• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Superball

Ketua Umum Semen Padang Berburu Koin Hingga ke Brasil

Rabu, 8 Mei 2013 05:06 WIB
Ketua Umum Semen Padang Berburu Koin Hingga ke Brasil
net
Erizal Anwar 

TRIBUNNEWS.COM - Menggeluti hobi memang sering menyita waktu dan uang. Namun hal itu tidak dihiraukan, karena memperoleh 'kepuasan' bagi siapa pun. Hal serupa dilakukan Ketua Umum Semen Padang, Erizal Anwar. Lelaki berusia 60 tahun itu memiliki hobi mengumpulkan uang koin dari berbagai negara, seperti Finlandia, Brasilia, Mexico, dan lain-lain.

"Hobi ini sudah saya lakoni sejak muda. Saya suka saja melihat uang koin dari berbagai negara, karena bentuk dan motifnya yang aneh-aneh," ucap Erizal saat dihubungi Berita Kota Superball (Tribunnews.com Network) dari Jakarta, Senin (6/5/2013).

Nilai uang koin yang dikumpulkan oleh mantan Ketua Pengprov Bowling Sumatera Barat itu antara 1 sen sampai 10 sen. Dalam mengumpulkan uang koin itu, Erizal tidak memperdulikan tahun pembuatan koin tersebut.

"Saya memperolehnya dengan cara menitipkan teman yang sedang ke luar negeri. Kadang saya sendiri yang mencari ke luar negeri sambil travelling sendiri atau bersama keluarga," ucapnya.

Cara menemukan koin, biasanya Erizal mencarinya di pusat-pusat pedagang barang antik di pinggir jalan. Kalau terpaksa, Erizal terpaksa membelinya dari kolektor di negara tujuan. Untuk nilai termahal dari koin yang dikoleksinya itu koin dari Brasilia dengan harga Rp 4,5 juta. Koin asal Negeri Samba inilah menjadi koin kesayangan Erizal, karena motivnya yang dianggap berbeda.

"Motif koin itu berbentuk bunga berbeda dengan koin yang lain. Itu yang membuat saya tertarik dengan koin asal Brasilia," tutur Erizal.

Saat ini jumlah koin yang berhasil dikumpulkannya sekitar 200 buah. Bentuk-bentuk koin yang dikumpulkan pun beraneka, ada yang berbentuk bulat, lonjong, sampai persegi empat. Seluruh koin yang dikoleksinya itu ditaruh di kotak besar yang di bagian atasnya ditutupi dengan kaca bening, agar tidak bisa dijamah siapa pun. Melainkan tetap bisa dilihat dari balik kaca bening itu.

Erizal hanya sesekali mengeluarkan koin dari dalam kotak penyimpanan itu untuk membersihkannya. Cara membersihkannya pun dengan hati-hati dengan menggunakan kain lembut, sehingga tidak menggores koin-koin kesayangannya.

"Sebelum mencari koin yang diincar, biasanya saya mencari referensi terlebih dahulu dari internet. Setelah menemukan koin yang akan dicari, barulah saya mulai mencari informasi untuk mendapatkannya, mulai bertanya ke teman sampai hunting sendiri ke luar negeri," jelas Erizal.

Pria penyuka olahraga tenis lapangan itu menuturkan bahwa saat ini dirinya sangat menginginkan memperoleh koin dari negara-negara Eropa, seperti Yunani dan Turki.

"Saya searching di internet dan melihat koin dari kedua negara itu lebih unik dari segi bentuk dan motivnya. Makanya saya berencana mencarinya. Kalau nggak ada teman yang mampir ke sana (Yunani dan Turki), ya saya terpaksa mencari sendiri sambil travelling," papar Erizal.

Terkait besarnya biaya ke negara yang diincar, Erizal mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkannya. Yang terpenting baginya adalah bisa mendapatkan koin impian. Itu sudah menjadi kepuasaan yang tidak terbayarkan dengan uang atau tergantikan dengan apa pun.

"Lagi pula saya mencari koin kan sambil jalan-jalan. Ya itung-itung sambil menyelam minum air," imbuh Erizal.

Ketika ditanya apakah dirinya memiliki koleksi koin dari dalam negeri, Erizal mengaku dirinya tidak menyukai koin dari koin negeri sendiri. "Kalau koin sendiri kan sudah sering dilihat. Jadi saya tidak tertarik untuk mengoleksinya, karena banyak orang kita yang mengoleksinya. Makanya saya memilih untuk mengoleksi koin dari mancanegara saja. Itu lebih antik dan unik," terang Erizal. (Ge)

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1759792 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas