Minggu, 23 November 2014
Tribun Superball

SUGBK Dipakai Acara Hizbut Tahrir, Persija Terpaksa Mengungsi

Jumat, 24 Mei 2013 15:38 WIB

SUGBK Dipakai Acara Hizbut Tahrir, Persija Terpaksa Mengungsi
Jakonline.asia
Para pendukung Persija yang tergabung dalam kelompok suporter Jakmania menyaksikan laga Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta 

TRIBUNNEWS.COMPersija Jakarta kembali tidak bisa menggunakan kandang mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Menjamu Persiwa Wamena pada 1 Juni mendatang, Persija dipaksa harus bermain di luar Jakarta.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija, Hanifditya mengatakan, Persija tidak bisa menggunakan SUGBK karena stadion itu akan dipergunakan untuk acara keagamaan yang diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI).

MHTI akan menyelenggarakan acara puncak Muktamar Khilafah di Jakarta pada tanggal 2 Juni 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. “Kami tidak bisa menggunakan SUGBK pada laga kandang menghadapi Persiwa. Kini kami sedang mencari stadion lain untuk menggelar laga kandang,” ujar Hanifditya saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (24/5/2013).

Dekatnya waktu pelaksanaan laga Persija menghadapi Persiwa dan Persipura membuat panitia pelaksana tidak mengajukan perubahan jadwal pertandingan.

Setelah menghadapi Persiwa pada 1 Juni, Persija dijadwalkan menghadapi Persipura di SUGBK pada 4 Juni mendatang.

“Kami tidak mengajukan perubahan jadwal laga Persija menghadapi Persiwa karena mepetnya waktu pelaksanaan dua laga kandang,” tuturnya.

Pada kompetisi LSI musim 2012-2013, Persija banyak dirugikan karena tidak bisa mengelar beberapa laga kandang di SUGBK. SUGBK sering dipergunakan untuk menggelar acara-acara lain di luar olahraga.

Selain itu, pihak kepolisian juga tidak memberikan izin keramaian kepada pihak panpel saat menggelar laga kandang di SUGBK.

Sikap itu diambil kepolisian karena kelakuan buruk suporter The Jakmania yang melakukan aksi pemukulan terhadap aparat kepolisian pada laga Persija menghadapi Arema Indonesia pada 16 Februari 2013.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas