Liga Super Indonesia

Bobotoh Usulkan Perubahan Logo Persib

Belakangan logo yang dipakai Persib selama ini mengundang pertanyaan warga dan bobotoh.

Bobotoh Usulkan Perubahan Logo Persib
net
Logo Persib

TRIBUNNEWS.COMPersib Bandung sebagai sebuah klub yang secara perlahan terus berubah ke arah profesional tidak terlepas dari sejarah klubnya yang berangkat dari perserikatan yang bersifat kedaerahan pada saat berdiri puluhan tahun silam.

Tidak heran jika logo klub kebanggan warga Bandung dan Jawa Barat ini memiliki unsur kemiripan dengan logo yang dipakai oleh Pemerintah Kota Bandung, yaitu latar belakang Gunung Tangkuban Parahu yang berwarna hijau. Logo tersebut hingga kini masih digunakan Persib Bandung.

Namun, belakangan logo yang dipakai Persib selama ini mengundang pertanyaan warga dan bobotoh. Pasalnya, sebagai sebuah klub profesional, Persib juga diwajibkan memiliki logo klub yang dipatenkan. Sementara logo yang digunakan saat ini belum bisa dipatenkan karena memiliki unsur kesamaan dengan milik Pemkot Bandung.

Adalah Ade Hidayat, seorang warga Garut yang melemparkan petisi kepada Persib melalui PT Persib Bandung Bermartabat. Melalu situs www.change.org (lengkapnya http://www.change.org/id/petisi/mendukung-pt-persib-bandung-bermartabat-agar-mengganti-log o-persib), Ade melemparkan petisi kepada PT PBB melalui Glen Sugit yang berisi usulan perubahan logo Persib Bandung. Perubahan ini ditujukan agar Persib menjadi tim yang lebih profesional.

Di situs itu, Ade mengatakan, Persib sebuah tim sepak bola profesional. Agar lebih profesional maka bisa dimulai dari perubahan logo. Logo Persib sekarang yang seperti logo Pemkot Bandung tidak bisa diurus hak ciptanya karena menyamai logo Pemkot Bandung. Perubahan logo itu pun bisa untuk mencerminkan kebesaran Persib.

"Kalau alasan penolakan karena bisa menghilangkan sejarah, maka perubahan logo Persib bisa menggunakan logo yang telah digunakan Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu," kata Ade di situs itu yang juga dilansir persib.co.id.

Ade menjelaskan bahwa sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta, Jatinegara, dan Jakarta. Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933.

Masih dikutip dari persib co.id dan change.org, BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. (Tribun Jabar/set)

Tags
Persib
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved