Senin, 24 November 2014
Tribun Superball

Timnas U-19 Bidik Final Piala Asia

Selasa, 24 September 2013 09:35 WIB

Timnas U-19 Bidik Final Piala Asia
SURYA/Erfan hazransyah
Seluruh pemain Timnas Indonesia U-19 melakukan selebrasi sambil memegang piala AFF U-19 usai mengalahkan Timnas Vietnam, pada Pertandingan Final AFF Championship U-19 di Gelora Delta Sidoarjo. Minggu (23/20/2013). Dengan Kerja Keras dan kekompkan Timnas Indonesia U-19 berhasil menjadi Juara Pertama usai Drama Adu Finalti dengan skor 7-6. (SURYA/Erfan Hazransyah) 

TRIBUNNEWS.COM - Usai menjuarai Piala AFF U-19, Evan Dimas dkk kini melirik satu tempat ke putaran final Piala Asia di Myanmar, tahun depan.

Selepas Piala AFF, seluruh staf dan pemain mendapat waktu libur empat hari mulai 28 September. Tim sudah harus berkumpul kembali dan memulai latihan untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 2014 di Sidoarjo.

Indonesia berada di grup G bersama Laos, Filipina, dan Korea Selatan, juara bertahan sekaligus pemegang rekor 12 kali juara. Guam yang sebelumnya menempati grup G menarik diri.

Masing-masing juara grup, lima dari zona Barat dan empat dari wilayah timur, serta enam tim peringkat terbaik, otomatis lolos ke putaran final Oktober 2014. Ditambah tuan rumah Myanmar, akan ada 16 tim yang berlaga di putaran final Piala Asia U-19.

"Dari sekarang kami tim pelatih sudah berpikir bagai mana mengatasi Korea Selatan. Sekarang biar pemain menikmati momen ini. Setelah 22 tahun tidak juara, akhirnya Indonesia bisa berprestasi. Gelar ini milik bangsa Indonesia," kata Indra kepada Berita Kota Super Ball, Senin (23/9/2013) sore.

Menurut Indra, di atas kertas timnya sanggup mengalahkan Laos dan Filipina. Menyoal komposisi pemain, Indra tidak akan menggunakan pemain baru. Ia mempertahankan skuad juara ditambah 11 pemain yang sempat mengikuti pelatnas di Sidoarjo.

Sementara itu, keberhasilan skuad Garuda Muda mendapat acungan jempol dari Menpora Roy Suryo Notodiprojo.

Roy pun meminta PSSI harus bijaksana dalam mengembangkan potensi-potensi para pemain arahan Indra Sjafri itu. Selain itu, komposisi pemain diharapkan jangan dibongkar pasang dan dipertahankan dalam jenjang Timnas masa depan.

"Saya berharap, PSSI bisa menjaga dan mengembangkan pemain-pemain ini supaya menjadi skuad Timnas yang solid di masa depan," ujarnya

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin menyatakan, puhaknya sangat bersyukur karena para pemain muda Indonesia bisa meraih prestasi. Untuk itu, PSSI akan mempersiapkan perhatian khusus pada skuad U-19 dengan memfokuskan menuju SEA Games 2017 mendatang dan Timnas senior.

"Mereka luar biasa dan kita berharap kondisi ini dipertahankan dan jaga kondisi ini ke depannya," kata Djohar.

CEO Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia Valentino Simanjuntak menambahkan, keberhasilan Evan Dimas dkk sebuah mimpi yang terwujud setelah melewati proses 22 tahun tanpa prestasi.

"Ini momentum ke depan apakah buat prestasi atau berhenti. Saya harap ini memotivasi timnas Indonesia U23 dan senior meraih hasil yang sama," ujarnya.

Offisial Tim Indonesia

1. Indra Sjafri - Pelatih kepala, 2 Februari 1963
2. Nursaelan - Pelatih fisik, 13 November 1964
3. Eko Purjianto - Asisten pelatih, 1 Februari 1976
4. Jarot Supriadi - Pelatih penjaga gawang, 22 Agustus 1964
5. Guntur Cahyo Utomo - Pelatih mental, 19 September 1980
6. Alfan Nur Asyhar - Dokter tim, 17 September 1982
7. Aditya Prameswara Ardhi - Fisioterapis, 5 Mei 1983
8. Randy Nindito Boboy - Administrator, 29 Mei 1983
9. Muhni - Perlengkapan, 13 Februari 1985
10. Ade Ali - Perlengkapan, 30 Juni 1980
11. Ruddy William Keeltjes - Penasehat Teknik, 23 Desember 1953

Selengkapnya baca edisi cetak Berita Kota Super Ball, Selasa (24/9/2013)
 

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Super Ball

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas