Arti Tato Bagi Ferdinand Sinaga

Bagi sebagian orang, tato adalah seni.

Arti Tato Bagi Ferdinand Sinaga
TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Ferdinand Sinaga 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dulu, rajah atau tato identik dengan premanisme.

Jika ada orang bertato, maka imej yang timbul kemudian adalah hal-hal negatif, meski ada suku-suku tertentu mengangap tato adalah warisan turun- temurun.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tato bukan hal yang menakutkan lagi. Orang-orang tak akan memandang bahwa yang bertato adalah preman, meski berada di terminal.

Bahkan, orang yang tubuhnya dipenuhi tato, tak jarang yang berprofesi sebagai chef atau juru masak, yang sebenarnya sangat jauh jika dikaitkan dengan dunia preman.

Bagi sebagian orang, tato adalah seni. Banyak makna yang ingin diungkapkan melalui tato. Ada yang berkeinginan tubuhnya ditato untuk menambah variasi penampilan, menambah rasa percaya diri, karena alasan artistik dan seni.

Namun, tak banyak juga yang merajah kulit hanya ingin gaya-gayaan mengikuti tren masa kini.

Namun, bagi seorang pesepak bola, keberadaan tato di bagian tubuh tertentu, kebanyakan disematkan untuk menambah rasa percaya diri saat berlaga di lapangan hijau.

Itu pula alasan striker baru Persib Bandung Ferdinand Alfred Sinaga, menghiasi kulitnya dengan beberapa tato.

Bagi pemain berumur 25 tahun, keberadaan tato di tubuhnya bukan dibuat untuk sekadar gaya atau variasi biasa saja. Keberadaan tato, menurut pemain kelahiran Bengkulu, 18 September 1988, lebih dari sekadar goresan tinta semata.

"Tato menurut saya sebuah karya seni. Orang mungkin memandang keberadaan tato dengan pandangan berbeda. Namun, menurut saya, tato adalah seni," kata mantan penyerang Persisam Samarinda, usai latihan di Lapangan Pusat Pendidikan Infanteri, Kamis (21/11/2013) siang.

Suami Ahie Veroncica menuturkan, tato juga bahkan lebih dari sekadar seni, jika diimplementasikan dengan profesi dirinya sebagai pesepak bola profesional. Jauh dari itu, tato menjadikan penampilannya di lapangan hijau menjadi lebih percaya diri.

"Salah satu hal mengapa saya menato bagian-bagian tubuh saya, adalah memang untuk menambah rasa percaya diri," ungkapnya.

Ferdinand menjelaskan, gambar-gambar yang ada di tubuhnya bukanlah tato main-main. Menurutnya, ada yang menggambarkan tentang sisi religius, yaitu hubungan antara dia dengan Tuhan, dan tato dengan arti penyemangat setiap waktu. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved