Martapura FC Coret Keponakan Ramdhani Lestaluhu

Mimpi Zulfikar Ali Mustaqim Ohorella untuk berkostum Martapura FC yang akan mengarungi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 kandas sudah.

Martapura FC Coret Keponakan Ramdhani Lestaluhu
bangkapos.com/deddy marjaya
Zulfikar Ali Mustaqim Ohorella (tengah nomor 28) berdoa sebelum bertanding. 

KEINGINAN Zulfikar Ali Mustaqim Ohorella untuk berkostum Martapura FC (MFC) yang akan mengarungi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 kandas sudah.

Pemain yang akrab disapa Mustaqim itu rupanya masih belum sesuai dengan kriteria pemain yang dicari tim pelatih MFC yang terdiri atas Frans Sinatra Huwae, Abunawas dan Taufik.

Bahkan, Selasa (7/1) Zulfikar ini resmi dipulangkan jajaran pelatih dan manajemen tim berjuluk Laskar Sulthan Adam ini. Padahal, hampir dua minggu pemain yang merupakan keponakan penggawa Timnas U-23 dan Persija Jakarta, Ramdhani Lestaluhu berjuang untuk mendapatkan tempat di MFC.

Mustaqim sendiri merupakan pemain yang memiliki modal bagus untuk menjadi bagian MFC. Apalagi, di tim sebelumnya, PS Bangka, pemain kelahiran Ambon, 28 Juni 1993 itu merupakan penggawa andalan.

Dia turut andil membawa PS Bangka masuk delapan besar Divisi Utama 2013. Kala itu, PS Bangka juga diperkuat M Husein dan Martial Poungoue Nz yang kini sudah deal dengan MFC.

Sayangnya, kualitas pemain yang juga mantan Persija U-21 itu tak bisa melebihi penggawa MFC yang ada. Akibatnya, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini pun tak bisa kembali bersama Husein dan Martial.

"Mustaqim untuk saat ini belum sesuai yang kita cari dan inginkan. Jadi terpaksa kita pulangkan," ujar pelatih kepala Martapura FC, Frans Sinatra Huwae.

Keputusan untuk memulangkan Mustaqim sendiri, menurut Frans, bukan berarti dikarenakan performanya jelek. Hanya, performa Mustaqim tidak jauh beda dengan pemain MFC yang sudah dimiliki.

Padahal, dari tiga slot kosong tersisa dari kuota 25 pemain yang diingini, tim pelatih bertekad mendapatkan penggawa yang kualitasnya melebihi yang ada.

"Kita tidak mengambil Mustaqim karena kualitasnya hampir sama dengan yang sudah ada. Sedangkan kita menginginkan mendapatkan yang lebih di atas dari yang sudah ada ini," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved