Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Superball

Mulai Tahun Ini PSSI akan Gelar Liga Nusantara

Sabtu, 25 Januari 2014 23:12 WIB

Mulai Tahun Ini PSSI akan Gelar Liga Nusantara
tribunnews.com/oro
Joko Driyono, sekjen PSSI 

TRIBUNNEWS.COM – PSSI akan mengubah pengelolaan dan format kompetisi liga amatir. Jika semula kompetisi amatir dikelola oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI), maka mulai kompetisi tahun 2014 ini, fungsi Badan Liga Amatir akan diambil alih oleh Departemen Khusus Kompetisi.

"Fungsi Badan Liga Amatir akan diambil alih oleh Departemen Khusus Kompetisi yang akan mengelola kompetisi Amatir dan Kelompok Umur,” ujar Sekjen PSSI, Joko Driyono dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Sabtu (26/1/2014).

PSSI melebur semua kompetisi Divisi 1,2 dan 3 di bawah pengelolaan BLAI menjadi satu kompetisi Divisi Amatir, yang diberi nama Liga Nusantara.

Liga Nusantara rencananya diikuti berbagai klub amatir di seluruh provinsi di Indonesia. Soal perekrutan klub di Liga Nusantara diserahkan kepada masing-masing Asosiasi Provinsi (Asprov).

Regulasinya, jika ada 10 klub amatir yang terdapat dalam satu provinsi maka akan diambil satu klub. Begitupun seterusnya, dengan kelipatan 10 berbanding 1. Jika dalam satu provinsi memiliki 20 klub amatir, maka akan diambil 2 tim.

Jika ada provinsi yang memiliki klub amatir kurang dari 10 maka wakil dari provinsi tersebut akan mengikuti babak playoff dengan wakil dari provinsi lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk mewadahi berbagai klub amatir agar bisa masuk ke kompetisi profesional dengan sistem yang sehat.

Liga Nusantara dibentuk lantaran banyak tim yang dulunya tergabung dalam liga tandingan Indonesia Super League (ISL) yaitu Indonesia Premier League (IPL).

Seiring dengan hasil Kongres PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta pada bulan Maret 2013, maka kompetisi kasta tertinggi Indonesia kembali dijadikan satu format dalam ISL. Tim-tim yang pernah tergabung di IPL akan kembali diberikan kompetisi yang sesuai dengan tingkat kompetisi masing-masing klub

Langkah perubahan liga amatir mendapat berbagai respon, mengingat dalam perhelatan Liga Nusantara, para pemain yang ikut serta berasal dari semua umur, berbeda dengan Liga Amatir Divisi 1, 2, dan 3 yang menetapkan pembatasan umur pemain, mulai umur 21 hingga 23 tahun.

CEO BLAI, Syauqi Suratno mengaku tidak mempermasalahkan perubahan kompetisi liga amatir yang dilakukan oleh PSSI, namun dirinya berharap agar pembinaan usia muda tetap dijaga, sehingga akan menjaga jenjang kompetisi tingkat bawah.

"Ini menarik untuk dicoba, apalagi sebelumnya BLAI menjalankan pembinaan usia muda dengan menyertakan hampir 300 klub di Indonesia. Dan hari ini menjadi sejarah, karena PSSI merekomendasikan liga amatir yang berbeda dari yang sudah berjalan, yaitu menjalankan Liga Nusantara," tutur Syauqi.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dodi Esvandi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas