Liga Super Indonesia

Rudiyana Enggan Menyerah Meski Berstatus Anak Bawang di Persib Bandung

Walau berstatus anak bawang di skuat Maung Bandung musim ini, Rudiyana selalu bersemangat agar bisa mendapat kepercayaan pelatih.

Rudiyana Enggan Menyerah Meski Berstatus Anak Bawang di Persib Bandung
Persib.co.id
Striker muda Persib Bandung, Rudiyana. 

TRIBUNNEWS.COM - Tak ada satu pemain pun yang senang dengan status pemanas bangku cadangan. Meski gaji dibayar bareng pemain yang selalu tampil dalam setiap laga, pemain cadangan tetap saja ingin mendapat kepercayaan dari pelatih.

Laga resmi tentu saja menjadi arena pertunjukan seluruh pemain setelah bekerja keras saat latihan. Mereka menunjukkan kualitas untuk memenangkan tim yang dibelanya. Itu pula yang dialami striker muda Persib Bandung, Rudiyana.

Walau berstatus anak bawang di skuat Maung Bandung musim ini, Rudiyana selalu bersemangat agar bisa mendapat kepercayaan pelatih. Rudi --panggilannya-- memang menjadi pemain terakhir yang direkrut.

Awalnya, dia hanya berstatus pemain magang. Namun pelatih Djadjang Nurdjaman terpincut dengan aksi-aksinya saat latihan maupun uji coba. Atas dasar skill-nya, pemain 22 tahun yang musim lalu membela Persib U-21 tersebut langsung direkomendasikan ke manajemen agar direkrut.

Namanya kemudian didaftarkan ke PT Liga Indonesia dan tandang ke kandang Barito Putera menjadi laga pertama namanya masuk line up Persib di pentas sepak bola tertinggi di Tanah Air. Sayang, dia tak mendapat kesempatan main saat timnya menang 2-0 pada 9 Maret lalu.

Walau persaingan memang ketat untuk mendapat posisi, Rudi tetap memupuk rasa optimisme. Dia yakin akan diturunkan meski Persib tinggal memainkan enam laga pada putaran kedua fase grup.

"Saya tetap optimistis bisa dimainkan (dalam laga-laga itu)," ujar Rudiyana ketika dihubungi Tribun Jabar, Jumat (18/7).

Sejauh ini, pemain yang pernah bergabung dengan PS Belitung Timur dan Persibat Batang itu bermain dua kali dari delapan kali masuk line-up. Dia pertama kali tampil memperkuat Persib saat menghadapi Gresik United, 20 April. Dia masuk menggantikan Djibril Coulibaly pada menit 83.

Dia lagi-lagi menggantikan Djibril saat melawan Persija Jakarta, 8 Mei. Dia masuk menit 69, tapi gagal menunjukkan performa menawan. Kala laga kontra Persija Jakarta itu juga menjadi yang pertama tanpa gelandang kanan, M Ridwan.

Ridwan absen lantaran cedera patah tangan. Ketiadaan pemain kelahiran Semarang itu, mengurangi "kompetisi" di lini depan dan tengah Persib.

Ridwan juga kehilangan empat partai lain, yakni lawan Pelita Bandung Raya (PBR), Arema Cronus, Gresik United, dan Barito Putra. Pascaoperasi dan perawatan plus libur panjang, Ridwan diprediksi bisa memperkuat lagi tim pada enam laga sisa Pangeran Biru. Ia sudah tampil pada tiga uji coba pertama Maung Bandung, melawan Bara Siliwangi, Benpica FC, dan PSGC Ciamis.

Djadjang sudah memberi lampu kuning soal kembalinya Ridwan. Pemain 34 tahun itu dinilai bakal memanasi perebutan di lini depan Persib. Sang pelatih tak ingin banyak mengubah formasi lini tengah.

Kehadiran Ridwan membuat peluang Rudiyana untuk bertanding menipis. Dalam uji coba lawan Bara Siliwangi dan Benpica FC, Rudiyana selalu masuk sebagai pemain pengganti.

Walau kondisi semain sulit, dia enggan menyerah. Di satu sisi, ia senang Ridwan kembali bergabung tim. Di sisi lain, Rudiyana siap bersaing merebut kepercayaan pelatih. "Saya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan posisi di tim," katanya.

Pada akhirnya, arsitek timnya yang paling tahu mengenai pemain-pemainnya. "Saya selalu siap tetapi siapa yang dipasang, itu keputusan terbaik dari pelatih. Itu juga sebagai kebutuhan tim," ujarnya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved