Ronald Koeman Mulai Merasa Frustrasi dengan Kekalahan Beruntun Southampton
Tanda-tanda kesialan Southampton mulai terlihat ketika Dusan Tadic gagal menundukkan kiper Tom Heaton saat mengeksekusi hadiah penalti.
Editor:
Dewi Pratiwi
TRIBUNNEWS.COM - Sempat berada di pusaran empat besar Liga Inggris di awal musim, Southampton mulai kehilangan keangkerannya. Setelah ditahan imbang Aston Villa 1-1, skuat Ronald Koeman itu mengalami empat kekalahan beruntun. Terakhir Soton dipermalukan tim papan bawah Burnley 0-1. (Baca juga: Skuat Southampton Harus Kurangi Kesalahan di Lini Belakang)
Padahal sebelumnya tim berjuluk Santo ini mampu mengalahkan tim-tim besar di antaranya Manchester United dan Manchester City, serta Arsenal. Tapi menghadapi Burnley di Stadion Turf Moor, Soton kehilangan taji. Tragis!
Tanda-tanda kesialan Southampton mulai terlihat ketika Dusan Tadic gagal menundukkan kiper Tom Heaton saat mengeksekusi hadiah penalti. Sebaliknya dalam sebuah serangan yang simpel, tuan rumah mampu mendapat gol melalui Ashley Barnes 17 menit menjelang bubaran. Southampton juga mempunyai banyak peluang, namun semuanya gagal dikonversi menjadi gol. Hal itulah yang membuat Koman merasa frustrasi.
"Ini cerita akhir pekan lalu yang terulang lagi. Terakhir kami melepas begitu banyak peluang saat melawan Manchester United. Hal sama terulang saat melawan Burnley. Kami punya banyak peluang, mendapatkan hadiah penalti, dan harus mengakhiri pertandingan dengan sebuah kekalahan," kata Koeman.
"Dalam pandangan saya, sepak bola bukan lah hal sulit, tapi Anda bisa membuat sepak bola menjadi sulit. Perbedaan antara ketika kami menang dan ketika kami kalah sangatlah tipis, yakni kegagalan menghukum lawan ketika mereka berbuat kesalahan," imbuh pelatih asal Belanda ini.
Baca di Koran Super Ball, Senin (15/12/2014)