Indonesia Soccer Championship

Ultras Gresik Ngamuk Karena Merasa Terusir Adanya Suporter PS TNI

Menurut Ketua Panpel Persegres, Choirul Anam, aksi Ultras ini didasari aksi tak puas penempatan suporter.

Ultras Gresik Ngamuk Karena Merasa Terusir Adanya Suporter PS TNI
Surya/sugiyono
Konfigurasi tulisan yang dibuat Ultras Mania saat timnya melawan Perseru Serui dua pekan lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Bentrokan pada laga Persegres Gresik United kontra PS TNI dimulai aksi provokasi suporter Persegres, Ultras Mania.

Menurut Ketua Panpel Persegres, Choirul Anam, aksi Ultras ini didasari aksi tak puas penempatan suporter.

Akibatnya, terjadi bentrok yang membuat sekitar 50 orang terluka.

"Selama ini, sektor empat dan lima memang menjadi tempat bagi Ultras Mania. Mereka biasa melakukan aksi koreo yel-yel dan pemasangan spanduk di sisi ini. Mereka merasa diusir," ujar Anam seusai pertandingan, Minggu (23/5/2016).

Pihaknya sebagai panpel pun telah mengingatkan kepada berbagai pemangku kewenangan atas "tradisi" ini.

"Saya sudah berusaha mengingatkan, namun beberapa pihak tetap menolak hal itu. Ultras sebenarnya tak suka dengan kekerasan," tandas Anam.

Aksi Ultras di sektor empat memang telah ada selama ini. Satu di antaranya saat pertandingan melawan Perseru Serui dua pekan silam.

Saat itu Ultras selain menyanyikan yel-yel sepanjang pertandingan, mereka juga mempertontonkan konfigurasi tulisan tahun "1999".

Lebih lanjut, Anam mengungkapkan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh pengobatan suporter luka, baik rawat jalan maupun rawat inap.

"Kami yang tanggung", tutupnya.(Bobby Constantine Koloway/Surya)

Editor: Ravianto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved