Hitzlsperger Sebut Masih Panjang Perjuangan Melawan Homofobia di Dunia Sepakbola

Mantan pemain Everton, Thomas Hitzlsperger, mengatakan masih panjang perjuangan untuk melawan homofobia di sunia sepakbola.

Hitzlsperger Sebut Masih Panjang Perjuangan Melawan Homofobia di Dunia Sepakbola
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya melakukan unjuk rasa menolak LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di depan Mesjid Istiqomah, Jalan Citarum, Kota Bandung, Jumat (19/2/2016). Mereka dengan tegas menolak aktivitas dan kampanye LGBT, karena bertentangan bertentangan dengan syariat Islam, membahayakan kesehatan, merusak moral, dan mengancam kelangsungan generasi. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan pemain Everton, Thomas Hitzlsperger, mengatakan masih panjang perjuangan untuk melawan homofobia di sunia sepakbola.

"Masih panjang perjalanan, ini hanya awalan," ujar Hitzlsperger kepada Sky Sports News.

Menurutnya perjuangan ini tidak akan berakhir, selama masih ada orang yang mendiskriminasi pelaku LGBT di dunia sepakbola.

"Masyarakat harus bergabung dan melawan jika terjadi hal yang salah."

Hitzlsperger bersuara keras setelah penyerang Burnley membuat cuitan di akun twitternya, yang mengatakan bahwa pelaku gay harus dibunuh dan dibakar.

Akibat cuitan ini, Gray dihukum larangan bermain dalam empat laga.

Pada 8 Januari 2014, Hitzlsperger menjadi pesepakbola asal Jerman pertama yang mengumumkan dirinya sebagai gay.

Hitzlsperger pernah bermain untuk Aston Villa, Stuttgart, Lazio, West Ham United, Wolfsburg, dan Everton.

Dia memutuskan pensiun pada September 2013 ketika masih berusia 31 tahun setelah mengalami serangkaian cedera yang tak kunjung sembuh.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help