Liga Champions

Man City Masih Terhantui Bola Mati

Jika diakumulasi dengan laga leg pertama, skor agregat sebenarnya imbang 6-6. Namun Monaco diuntungkan karena mencetak gol tandang lebih

Man City Masih Terhantui Bola Mati
kieran mcmanus/bpi/dailymail
Manajer Manchester City, Josep Guardiola (kiri) terlihat kesal setelah gawangnya dibobol AS Monaco. 

TRIBUNNEWS.COM - Tradisi Josep Guardiola yang selalu membawa tim asuhannya lolos ke semifinal Liga Champions berakhir pada musim 2016/17. Tim besutan Guardiola, Man City kalah 1-3 dari AS Monaco pada leg kedua babak 16 besar di Stade Louis II, Kamis (16/3).

Tiga gol AS Monaco di laga ini dicetak oleh Kylian Mbappe Lottin, Fabinho, dan Tiemoue Bakayoko. Sementara City hanya membalas lewat Leroy Sane.

Jika diakumulasi dengan laga leg pertama, skor agregat sebenarnya imbang 6-6. Namun Monaco diuntungkan karena mencetak gol tandang lebih banyak.

”Kami bermain bagus di babak kedua, tapi kami lupa melakukannya di babak pertama. Kami ingin bertahan secara agresif. Biasanya kami tampil di level yang bagus, tapi malam ini tidak,” kata Guardiola berbicara kepada BT Sport seusai pertandingan. ”Di babak kedua kami punya peluang dan kami tidak memanfaatkannya, itu sebabnya kami tersingkir,” sambungnya.

 Tertinggal dua gol di babak pertama lewat gol Kylian Mbappe dan Fabinho, Man City sebenarnya sempat membuka asa untuk lolos setelah Leroy Sane membuat kedudukan menjadi 1-2. Namun Monaco akhirnya memupus asa lolos Man City itu lewat sundulan Tiemoue Bakayoko setelah menerima umpan tendangan bebas Thomas Lemar.

Gol Bakayoko inilah yang kemudian disorot oleh Guardiola. Ia mengkritik sikap anak-anak asuhnya dalam gol ketiga Monaco ini. Menurutnya City sebenarnya memiliki peluang lewat skema bola mati lebih banyak dibanding tim tuan rumah. ”Skema bola-bola mati sangat penting di level ini. Barcelona dan Real Madrid mencetak gol melalui set-piece pekan lalu,” ucap Guardiola.

Pendapat Guardiola soal bola mati ini diamini oleh John Stones selaku pengawal lini belakang. Pada laga leg pertama, Stones sempat menjadi pahlawan bagi Man City di Stadion Etihad, kala ia mencetak gol keempat City lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Yaya Toure dari sisi kanan gawang Monaco.

Man City sendiri di laga kali ini mendapatkan kesempatan sepak pojok hingga enam kali dan tendangan bebas total sebanyak 14 kali. Namun tak ada yang bisa dimaksimalkan menjadi gol. ”Manajer sudah mengatakan berkali-kali bahwa bermain di Liga Champions juga mengenai bola mati. Namun ternyata kami tidak cukup solid dalam hal itu,” kata Stones.

Dari delapan tim yang lolos ke perempat final, keberhasilan pada leg kedua memang ditentukan lewat gol bola mati. Pekan ini selain Monaco, Juventus juga lolos setelah pada leg kedua menang 1-0 lewat gol penalti Paulo Dybala. ”Si Nyonya Tua” lolos dengan keunggulan agregat 3-0 atas FC Porto.

Sementara Leicester juga lolos setelah mengangkangi Sevilla dengan agregat 3-2, salah satunya berkat gol Wes Morgan dalam skema sepak pojok pada leg kedua.

Halaman
12
Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help