Koordinator Save Our Soccer : Naturalisasi Jangan Sampai Menghambat Pemain Berbakat Indonesia

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menyampaikan beberapa pesan kepada PSSI terhadap apa yang telah terjadi pada sepakbola Indonesia

Koordinator Save Our Soccer : Naturalisasi Jangan Sampai Menghambat Pemain Berbakat Indonesia
tribunnews.com/madjid
Koordinator Save Our Soccer : Naturalisasi Jangan Sampai Menghambat Pemain Berbakat Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menyampaikan beberapa pesan kepada PSSI terhadap apa yang telah terjadi pada sepakbola Indonesia, satu diantaranya yakni masa depan pesepakbola Indonesia dengan adanya naturalisasi.

Pesan yang mengarah kepada perbaikan sepakbola Indonesia tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Refleksi Semusim Sepakbola Indonesia” yang diadakan oleh SOS di Kantor Graha CIMB Niaga, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017)

Dalam acara yang dipandu oleh Tio Nugroho tersebut dihadiri pula oleh pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan, manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, dan Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali.

Menurut Akmal Marhali, permasalahan yang cukup penting saat ini yakni mengenai keadaan para pemain sepakbola Indonesia yang mulai “terkikis” dengan adanya pemain naturalisasi.

“Pemain naturalisasi saya lihat kualitasnya tidak begitu baik. Terlebih mereka yang dinaturalisasi rata-rata sudah tidak muda lagi. Kemudian mereka dipakai hanya beberapa kali saja, tidak pernah ada yang lebih dari 20 pertandingan. Apalagi ganti pelatih ganti strategi juga. Nah ini yang harus benar-benar dipikirkan oleh PSSI,” ujar Akmal kepada awak media.

Pegiat yang menginginkan sepakbola di Indonesia bisa berjalan dengan baik tersebut juga menambahkan, bahwa naturalisasi jangan sampai menghambat pemain Indonesia yang sebenarnya mempunyai bakat di mana-mana.

Menurutnya PSSI justru seharusnya lebih memfokuskan pada permasalahan apa yang sebenarnya terjadi, seperti banyak pemain berkembang cukup bagus di usai muda tapi kemudian menghilang ketika masuk ke jenjang profesional.

Namun, Akmal Marhali juga berharap jika program filosofi sepakbola Indonesia (Filanesia) yang kini sedang digalakkan PSSI menjadi salah satu program untuk pengembangan sepakbola Indonesia, maka ia merasa sangat setuju dan berharap program tersebut bisa bermanfaat.

“Saya dengar sekarang PSSI sedang mengadakan program Filanesia. Kalau itu positif saya doakan semoga benar-benar bermanfaat. Dan jika itu bermanfaat, kami tidak ingin ada lagi mereka yang sudah “jadi” kemudian dihancurkan dengan segala bentuk hal-hal negatif seperti match fixing,” jelas Akmal Marhali.

Caption foto : “Refleksi Semusim Sepakbola Indonesia” yang diadakan oleh SOS di Kantor Graha CIMB Niaga, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017) dihadiri oleh pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan, manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, dan Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali serta perwakilan dari APPI.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help