Piala Dunia 2018

Saleh Husin Yakin Kroasia Melumat Perancis

Saleh Husin yang juga penggemar sepak bola dan futsal ini , mengunggulkan Kroasia untuk mampu mengatasi tim Prancis.

Saleh Husin Yakin Kroasia Melumat Perancis
ISTIMEWA
Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin (kanan) bersama putranya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Final Piala Dunia 2018 di Rusia mempertemukan Prancis dan Kroasia. Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang juga penggemar sepak bola dan futsal ini , mengunggulkan Kroasia untuk mampu mengatasi tim Prancis. 

“Saya berharap Kroasia sebagai pemenang dan memboyong tropi Piala Dunia. Sekaligus, menjadi negara yang baru menjadi juara dunia pertama kalinya,” ujarnya, Sabtu (14/7/2018).

Ia memprediksi jalannya pertandingan akan menjadi tontonan menarik. Luka Modric, Ivan Perisic, dan Mario Mandzukic, ia memprediksi, bakal lebih tajam dibanding saat menjungkalkan Inggris pada semifinal kemarin. Sebagai tim yang tampil mengejutkan dan bukan unggulan alias kuda hitam, Saleh Husin memuji, Kroasia bakal bermain lepas dan menyerang tanpa beban.

Kekuatan tim berjuluk Vatreni ialah mental kuat, kompak, terorganisasi dengan baik, dan lini tengah yang berkualitas. Meski begitu, kecepatan dan kelincahan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann tetap harus diwaspadai skuad pemain belakang Kroasia. Dari segi pencapaian di pentas sepak bola terakbar sejagat, Tim Ayam Jantan merupakan juara Piala Dunia 1998.

Di tahun yang sama, Kroasia mencatatkan prestasi terbaiknya yakni mencapai semifinal. Menariknya, di babak ini Kroasia mesti takluk dari Prancis. Kroasia kemudian meraih second runner-up setelah menang 2-1 atas Belanda pada perebutan tempat ketiga.

“Pertemuan di semifinal Piala Dunia 1998 itu bisa menjadi bahan bakar semangat Kroasia untuk membalas kekalahan,” ulas Saleh Husin yang kini menjadi Managing Director Sinar Mas ini.

Kroasia sendiri terbilang sebagai negara kecil dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa dengan peringkat FIFA ke-20. Sementara Prancis berpenduduk 67 juta jiwa dan menduduki peringkat FIFA ke-7. “Ini pertandingan seperti David melawan Goliath,” katanya merujuk perbandingan kedua negara yang berselisih jauh.

Prancis yang ingin meraih juara kedua kalinya, katanya lagi permainannya akan menarik. Ia mengaku memang menunggu-nunggu momen final Piala Dunia ini. Awalnya, tim jagoannya adalah Brasil.

“Tapi, seperti pendukung tim Samba lainnya, kita harus berjiwa besar karena Neymar dan kawan-kawan harus pulang kampung duluan,” ujar Saleh yang selalu nonton bareng di Kemang Village bersama putra dan para koleganya.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help