Piala AFF U16

Kisah Pilu Mochamad Supriadi di Masa Lalu: Dari Susah Beli Sepatu, tak Dapat Restu, hingga Kena Tipu

Perjuangan keras yang ditempuh winger Timnas U-16 Indonesia, Mochamad Supriadi berujung dengan gelar juara Piala AFF U-16 2018.

Kisah Pilu Mochamad Supriadi di Masa Lalu: Dari Susah Beli Sepatu, tak Dapat Restu, hingga Kena Tipu
Surya/Sugiharto
Pemain Timnas U-16 Indonesia, Mochamad Supriadi (tengah) merayakan golnya ke gawang Timnas U-16 Vietnam dalam babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8/2018) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Perjuangan keras yang ditempuh winger Timnas U-16 Indonesia, Mochamad Supriadi berujung dengan gelar juara Piala AFF U-16 2018.

Nama Mochamad Supriadi memang tak setenar Amiruddin Bagus Kahfi yang menjadi top skor Piala AFF U-16 2018.

Akan tetapi, perjuangan keras Mochamad Supriadi layak mendapat apresiasi yang tinggi.

Baca: Bawa Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF U-16 2018, Begini Kata Si Kembar Bagus dan Bagas

Pasalnya, Mochamad Supriadi punya banyak kisah pilu sebelum kini tampil bersama Timnas U-16 Indonesia.

Mochamad Supriadi yang berasal dari keluarga kurang mampu, harus menabung 2 ribu rupiah setiap hari demi membeli sepatu sepak bola.

Baca: Daftar Juara Piala AFF U-16 dari 2002: Indonesia Baru Sekali, Thailand dan Vietnam Tiga Kali Juara

Pemain Timnas U-16 Indonesia, Mochamad Supriadi (kiri) merayakan golnya ke gawang Timnas U-16 Filipina dalam laga babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/7/2018).
Pemain Timnas U-16 Indonesia, Mochamad Supriadi (kiri) merayakan golnya ke gawang Timnas U-16 Filipina dalam laga babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (29/7/2018). (BolaSport.com/Suci Rahayu)

Setelah terkumpul 30 ribu rupiah, uang itu kemudian dia gunakan untuk membeli sepatu yang kualitasnya tak terlalu baik.

Tak hanya itu, Mochamad Supriadi juga tak dapat restu dari ayahnya untuk menjadi pesepak bola.

Namun, tak demikian dengan sang ibu yang rela menyisihkan penghasilannya dari berjualan nasi di depan lapangan Rungkut FC demi membantu sang anak menjadi pesepak bola.

Baca: Daftar Peraih Penghargaan Piala AFF U-16 2018: Timnas U-16 Indonesia Dapat Dua Gelar

Dalam perjalanan kariernya, Mochamad Supriadi pernah menjadi korban penipuan oleh oknum tak bertanggung jawab yang mengaku sebagai pencari bakat.

Oleh oknum tersebut, Mochamad Supriadi dijanjikan akan disalurkan menjadi seorang pesepak bola profesional dan diminta untuk membayar Rp 1,8 juta.

Halaman
12
Editor: Sapto Nugroho
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help