Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono: Bubarkan Tim Ad Hoc PSSI

Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSN), Suhendra Hadikuntono mengkritik keras Komite Ad Hoc Integritas bentukan anyar PSSI

Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono: Bubarkan Tim Ad Hoc PSSI
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono (Mengenakan jaket hitam) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSN), Suhendra Hadikuntono mengkritik keras Komite Ad Hoc Integritas bentukan anyar PSSI yang salah satu tugasnya membersihkan sepakbola Indonesia dari pengaturan skor.

Namun, komite yang diketuai Ahmad Riyadh tersebut dinilai KPSN tidak kredible, apalagi sudah ada Satgas Antimafia Bola yang sejauh ini sudah berhasil mengungkap para pelaku pengaturan skor.

Masalah pengaturan skor yang terjadi di sepakbola Indonesia juga membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara. Ia pun berpesan agar kasus ini bisa cepat selesai dan sepakbola Indonesia kembali bersih.

“Pertanyaannya Tim Ad Hoc Ini siapa yg menginisiasi? Apalagi diinisiasi oleh pengurus yang sudah  tidak kredibel dan runtuh moral organisasinya. Saran saya unsur yang dari pemerintah hendaknya sejalan dengan instruksi bapak Presiden wajib hukumnya,” ungkap Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono di Jakarta, Sabtu (23/2/2019),

“Jangan meragukan kinerja satgas apalagi coba-coba intervensi maupun mengalihkan proses hukum, selama saya masih hidup. Tidak ada kepentingan pribadi di sini, yang ada adalah kepentingan bangsa dan negara,” cetus pendiri Hadikuntono’s Institute yang juga pengamat intelijen ini.

Lebih lanjut, ia juga menilai keberadaan Tim Ad Hoc  kontraproduktif dengan Satgas Antimafia Bola. Apalagi, PSSI tidak mempunyai anggaran untuk membiayai tim ini.

“Sewa kantor di Rubina  saja menunggak dan sudah setahun lebih belum dibayar, saldo nya juga nol bagaimana mau membiayai tim ad hoc?, Neko-neko saja, saya ini sudah hapal betul tipikal-tipikal tersangka dan calon tersangka ini tanpa menyebut namanya seperti ‘belut kecemplung oli’ dan selalu mencari pijakan baru,” ujarnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved