Sesmenpora Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait Pengaturan Skor di PSSI

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto siang ini, Kamis (4/4/2019) kembali memenuhi panggilan penyidik

Sesmenpora Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait Pengaturan Skor di PSSI
tribunnews.com/abdul majid
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat diwawancarai setelah memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia. Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto siang ini, Kamis (4/4/2019) kembali memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) terkait kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia di Gedung Awaloedin Djamin, Jakarta.

Seperti diketahui, pemanggilan Sesmenpora dengan satatus saksi kasus pengaturan skor ini adalah kali ketiga dilakukan.

Menurut Sesmenpora pemanggilan dirinya oleh Bareskrim Polri adalah untuk memastikan beberapa hal terkait kasus dugaan suap pengaturan skor yang menjerat eks anggota Exco PSSI.

“Pemeriksaan ini yang ketiga kalinya ya yang pertama tanggal 26 Desember 2018 yang kedua bulan Februari 2019 kemudian hari ini, tapi hari ini hanya sebentar,” kata Gatot.

Menurutnya, beberapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik yakni tentang apakah ada perubahan tentang dua Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya, apakah ada keterangan tambahan dan tentang nama Hidayat.

“Ya saya jawab tidak ada perubahan BAP, tidak ada keterangan tambahan dan nama Pak Hidayat ini yang sudah ditetapkan juga saya jawab tidak kenal,” katanya.

Lebih lanjut Sesmenpora mengatakan bahwa dua pemeriksaan sebelumnya adalah terkait ruang lingkup tanggung jawab Kemenpora di bidang olahraga khususnya sepakbola, monitoring pengawasan Kemenpora kepada PSSI, dan sejauh mana keterlibatan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam melakukan pengawasan kepada PSSI hingga sejauh mana mengetahui tentang pengaturan skor sepakbola Indonesia.

“Kebetulan dulu saya menjadi anggota dari Tim 9 menjelang pembekuan PSSI waktu itu dan saya tahu banyak masalah itu, saya sempat meninggalkan dokumen resmi laporan akhir dari Tim 9 dan yang paling menonjol di laporan itu adalah tentang pengaturan skor,” ujar Sesmenpora.

“Kasus ini akan selesai jika pemberkasan dari orang-orang yang ditersangkakan itu dilimpahkan ke Kejaksaan dan pemberkasan ini masih banyak jadi tugas satgas masih jalan, intinya saya akan siap jika ada untuk dimintai keterangan dan menjadi saksi di pengadilan,” tutupnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved