Demam Pokemon Go

Main Pokemon Go Pakai Blackberry Prive Diklaim Lebih Aman

BlackBerry mengklaim sistem ponselnya dibekali aplikasi DTEK yang bakal memonitor informasi apa saja yang bisa dikumpulkan sebuah aplikasi

Main Pokemon Go Pakai Blackberry Prive Diklaim Lebih Aman
Crackberry
Roberto Vazquez 

TRIBUNNEWS.COM – Setelah menghabiskan waktu 3,5 minggu untuk berkelana sejauh 266 kilometer, Roberto Vazquez akhirnya berhasil mengumpulkan 142 Pokemon yang tersedia di Amerika Utara.

Pria tersebut menggunakan BlackBerry Priv.

"Saya agak takut mengecek tagihan telepon saya (karena in-app purchase)," kata dia, sebagaimana dilaporkan CrackBerry, Sabtu (6/8/2016).

Vazquez mengatakan tak berniat menjadi pemain yang ambisius.

Mulanya ia hanya mengikuti tren di lingkaran pertemanannya.

Pokemon Go lalu pelan-pelan mengambil porsi waktu dalam hidupnya. Pada 8 Juli, ia pun sadar telah terjangkit demam Pokemon Go akut.

"Makin dekat dengan angkanya (142 Pokemon), saya makin berdedikasi untuk menyelesaikannya," ia menuturkan.

Vazquez mengakui perangkat pilihannya sangat membantu aktivitas perburuan.

Priv merupakan lini BlackBerry yang berjalan pada sistem operasi Android dan dibekali baterai berkapasitas 3410 mAH.

Kapasitas semacam itu, menurut Vazquez, cukup mumpuni untuk main Pokemon Go tanpa sering-sering diganggu notifikasi status baterai.

Sebelumnya, BlackBerry juga mengeluarkan artikel pada blog resminya terkait tren Pokemon Go.

Vendor tersebut sesumbar bahwa pemain bisa menjajal Pokemon Go secara aman tanpa khawatir isu privasi.

"Pokemon Go sangat menyenangkan, tapi Niantic tampaknya agak santai dengan privasi pengguna. Dengan Priv, keamanan pemain bisa dijamin," begitu tertera pada artikel tersebut.

BlackBerry mengklaim sistem ponselnya dibekali aplikasi DTEK yang bakal memonitor informasi apa saja yang bisa dikumpulkan sebuah aplikasi dari kegiatan pengguna.

Selain itu, sang vendor Waterloo mengatakan pihaknya punya penambal keamanan Android terbaik. "Keamanan pengguna adalah prioritas," kata wakil BlackBerry.

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help