Home »

Techno

»

News

Malware Cenderung Serang Komputer Dibandingkan Smartphone Pengguna

Kesemrawutan digital (digital clutter) merupakan suatu fenomena yang mengganggu perangkat digital modern dikarenakan semakin meningkatnya resiko

Malware Cenderung Serang Komputer Dibandingkan Smartphone Pengguna
LinkedIn
Andrei Mochola 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesemrawutan digital (digital clutter) merupakan suatu fenomena yang mengganggu perangkat digital modern dikarenakan semakin meningkatnya resiko terhadap data-data yang tersimpan di smartphone, tablet ataupun komputer. Resiko ini timbul karena buruknya “kerapihan” digital dari para pengguna.

Penelitian terbaru* dari Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa sikap pengguna terkait perawatan aplikasi dan pemeliharaan perangkat yang menyebabkan data-data sensitif pada komputer dan tablet menjadi sangat rentan terhadap ancaman keamanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mengontrol konten di perangkat merupakan sebuah tugas yang cenderung dihindari oleh pengguna. Hanya ada setengah dari pengguna yang merevisi konten pada komputer dan tablet mereka secara teratur, tetapi cuma dua dari tiga pengguna (63%) yang melakukan hal ini pada smartphone mereka.

Namun, prilaku ini biasanya dikarenakan smartphone memiliki memori kurang dari komputer dan tablet. Bahkan, 35% dari pengguna telah menghapus aplikasi pada smartphone mereka karena kurangnya penyimpanan, sedangkan hanya 13% dari pengguna pada komputer melakukan hal yang sama.

Seperempat pengguna tidak ingat kapan terakhir kali mereka melakukan uninstall aplikasi di komputer mereka, angka ini turun menjadi 12% untuk smartphone.

Hal ini menyebabkan situasi di mana sepertiga dari aplikasi pada komputer pengguna menjadi sia-sia karena tidak pernah digunakan, tetapi tetap berada pada hard disk, memakai banyak ruang dan berpotensi berjalan di latar belakang, sehingga menempatkan data-data sensitif menjadi berisiko.

Semua perangkat kita menyimpan data-data sensitif oleh karenanya harus dilakukan pemeliharaan dengan cara yang sama. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengguna tidak memperlakukan perangkat mereka sama pentingnya.

Survei menemukan bahwa 65% dari pengguna melakukan pembaruan aplikasi di smartphone mereka segera setelah diluncurkan, memberikan aplikasi tersebut dengan patch keamanan dan update terbaru.

Sebaliknya, pengguna cenderung lambat dalam memperbarui aplikasi pada tablet dan komputer, masing-masing hanya 42% dan 48% yang memperbarui aplikasi sesegera mungkin.

Akibat dari perilaku ini, pengguna mengambil resiko akan timbulnya berbagai permasalahan yang disebabkan menumpuknya kesemrawutan digital di perangkat - terutama pada komputer mereka. Hasil statistik Kaspersky Lab menunjukkan kepada kita bahwa pengguna lebih sering menghadapi malware pada komputer dibanding perangkat mereka lainnya (28% apabila dibandingkan dengan 17% pada smartphone).

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help