Home »

Techno

»

News

Statistik Malware Indonesia di Q2 2017

Tren perkembangan virus di dunia selalu meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode yang inovatif untuk mendeteksi ancaman-ancaman

Statistik Malware Indonesia di Q2 2017
ist
Kaspersky Lab logo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren perkembangan virus di dunia selalu meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah metode yang inovatif untuk mendeteksi ancaman-ancaman yang beragam tersebut.

Guna mengatasi permasalahan ini Kaspersky Lab, sebagai perusahaan keamanan siber global, memiliki Kaspersky Security Network (KSN) cyang merupakan elemen kunci dalam infrastruktur Kaspersky Lab.

KSN memastikan bahwa informasi mengenai ancaman baru bisa disampaikan secara langsung ke komputer pengguna.

Selain itu, KSN membantu mengidentifikasi sumber proliferasi malware di Internet kemudian memblokir akses pengguna ke mereka.

Berkat reaksi cepat dari KSN inilah, perusahaan dapat memblokir program berbahaya terbaru tidak diluncurkan di komputer pengguna dalam hitungan detik setelah terdeteksi, tanpa harus memperbarui basis data antivirus terlebih dahulu.

Pada periode April - Juni 2017 produk Kaspersky Lab mendeteksi 63.052 insiden dari 20 besar malware yang berada di Internet terhadap komputer pengguna KSN di Indonesia.

Secara keseluruhan, 10,37% pengguna rata-rata diserang oleh ancaman yang berada di web selama periode ini.

Indonesia menempati urutan ke-62 di seluruh dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan berselancar di web pada akhir Juni 2017.

Adapun lima besar negara diserang oleh ancaman yang berasal dari website pada Juni 2017 diantaranya Belarusia (16,65%), diikuti oleh Aljazair dan Albania dimana masing-masing sebesar 15,98% dan 14,24%. Kemudian ditempati oleh India (13,57%) dan Ukraina (13,03%).

Sementara data serangan dari infeksi lokal pada periode April - Juni 2017 yang berhasil terdeeksi oleh produk Kaspersky Lab sebanyak 154.743 insiden dari 20 besar malware yang berada di Internet terhadap komputer pengguna KSN di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help