Home »

Techno

»

News

Lintasarta Akan Lanjutkan Kolaborasi dengan Kampus Lewat Program Appcelerate

Melalui program ini, Lintasarta menggandeng kalangan mahasiswa dan mengajak mereka terjun langsung ke dunia bisnis.

Lintasarta Akan Lanjutkan Kolaborasi dengan Kampus Lewat Program Appcelerate
HANDOUT
IT Service Director Lintasarta Arya N Soemali 

Tak berhenti sampai di sini, Arya menegaskan program ini akan terus dilanjutkan di masa datang dengan tetap menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk menciptakan usaha rintisan seperti mobile application yang memiliki nilai bisnis dan dapat langsung diterapkan untuk mendukung majunya berbagai sektor industri.

"Melalui program ini kita berusaha membangun ekosistem, menjadikan kita tuan rumah di negeri sendiri melalui inovasi inovasi aplikatif dari mahasiswa," ungkap Arya.

"Kita ingin aplikasi yang dibuat ini bisa dijual dan dipakai oleh pasar. Lintasarta memfasilitasi menyediakan infrastruktur. Startup yang kita ajak kerjasama tak perlu keluarkan investasi. mereka bisa bangun di atas platform kita," Arya menambahkan.

Di program ini setiap kelompok peserta yang menciptakan usaha rintisan mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp 30 juta dari Lintasarta untuk membuat desain dan produk aplikasi.

Arya menambahkan, event serupa tahun lalu yang digelar Lintasarta dengan ITB saja telah memghasilkan 3 startup terbaik dan saat ini sudah masuk tahapan komersialisasi.

Penyelenggaraan tahun ini diikuti 200-an pendaftar dari 3 kampus yang diajak terlibat. Yakni, ITB, UGM dan ITS.

Di ITS saja, pendaftar awal mencapai 45 pendaftar kelompok dengan melibatkan 200-an mahasiswa. Kemudian pihak ITS bersama Lintasarta menyaring menjadi hanya 10 kelompok dan di babak final tingkat ITS diambil 2 usaha rintisan yang dinyatakan terbaik.

Di ITB, pendaftar yang masuk mencapai 60 tim. Kemudian disaring menjadi 10 tim finalis di tingkat ITB yang berhak mendapat pendanaan masing-masing Rp 30 juta per tim dan kemudian diambil tiga startup terbaik.

"Kami selama proses inkubasi berusaha meminimalisir biaya dengan antara lain memggunakan gedung kami di ITB untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Startup ini adalah bayi yang baru lahir dan kita sama sama belajar berjalan," sebut perwakilan dari pihak ITB.

Sudah merintis duluan

Halaman
123
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help