Ponsel Seukuran Jempol Ini Dilego Rp 600 Ribuan

Ponsel yang diberi nama Zanco Tiny T1 itu tingginya hanya seukuran jempol (46 mm), rencananya bakal dirilis pada Mei 2018.

Ponsel Seukuran Jempol Ini Dilego Rp 600 Ribuan
IST
Ponsel terkecil di dunia Zanco tiny t1 

TRIBUNNEWS.COM - Ditengah persaingan industri ponsel dengan display jumbo dan layar bezel-less, salah satu produsen ponsel justru mengambil langkah anti-mainstream.

Kolaborasi antara Zanco dan Clubit New Media dari Inggris, menelurkan ponsel terkecil di dunia.

Ponsel yang diberi nama Zanco Tiny T1 itu tingginya hanya seukuran jempol (46 mm), rencananya bakal dirilis pada Mei 2018.

Namun peminat yang serius sudah bisa memesannya mulai sekaran di situs urun dana (crowdfunding), Kickstarter.

Seperti namanya, ponsel ini memiliki spesifikasi minimalis dengan kemampuan dasar ponsel (feature phone) seperti melakukan panggilan, berkirim pesan singkat (SMS) dan layanan internet pada jaringan 2G.

Dikutip dari Phone Arena, Jumat (28/12/2017), salah satu keunggulan Zanco Tiny T1 adalah baterai kapasitas 200 mAH yang diklaim tahan selama tiga hari, dalam sekali isi daya (charging) melalui port-USB.

Baca: Sri Mulyani : Pencapaian BEI di 2017 Pacu Optimisme Pertumbuhan Ekonomi

Seperti smartphone kekinian, ponsel ini pun dibekali layar materi OLED, hanya saja dengan ukuran minimalis 0,49 inci dan resolusi hanya 64 x 32 piksel.

Zanco Tiny T1 masih dilengkapi tombol fisik dengan kotak-kotak kecil, sehingga pengguna harus cermat ketika mengoperasikan tombol. Ponsel ini kompatibel dengan SIM-card nano dan mampu menyimpan hingga 300 kontak, 50 panggilan terakhir, dan 50 pesan masuk.

Untuk kapasitas penyimpanan, terdapat memori internal 32 MB yang tidak dapat ditambah lagi, karena tidak adan slot microSD.

Sementara memori RAM-nya juga mini, 32 MB. Ukuran dimensinya sangat mungil dengan berat 13 gram, panjang 46,7 mm, lebar 21 mm dan tebal 12 mm.

Jika tertarik menjajal ponsel seukuran jempol ini, konsumen harus menyiapkan uang sebesar 50 dollar AS (Rp 680.000).

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help