TIBCO Gandeng ITB Siapkan Lulusan dengan Keahlian Data Analitik

Mahasiswa yang memilih elective akan menerima sesi praktikum dengan menggunakan alat dan dukungan dari TIBCO, belajar berbagai teknik analitik data

TIBCO Gandeng ITB Siapkan Lulusan dengan Keahlian Data Analitik
ENTRANCE CONSULTING
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTATIBCO Software Inc., perusahaan global di bidang integrasi, manajemen API dan analitik data, menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan data analitik di Indonesia.

Dalam dokumen nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pihak disepakati pengembangan data analitik melalui kegiatan lokakarya, program magang dan pelatihan berbasis praktik untuk memberdayakan mahasiswa dengan keterampilan teknologi yang penting dan relevan bagi karir mereka di masa depan, setelah lulus dari jenjang pendidikan.

Kolaborasi antara TIBCO dan ITB dirancang mendukung mahasiswa dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM). Lewat kerjasama ini, platform solusi dari TIBCO Connected Intelligence disiapkan untuk semua mahasiswa SBM di ITB.

Mahasiswa yang memilih elective akan menerima sesi praktikum dengan menggunakan alat dan dukungan dari TIBCO untuk belajar berbagai macam teknik analitik data agar dapat memahami dan memprediksi perilaku pelanggan.

Baca: Nissan Pastikan Kembaran Mitsubishi Xpander Tidak Akan Seperti Avanza dan Xenia

Baca: Punya Utang Hingga Rp 10 Triliun, Kuasa Hukum Merpati: Tak Semuanya Adalah Hak Tagih'

Mahasiswa SBM juga akan dilengkapi dengan rangkaian keterampilan data melalui sesi-sesi seperti kuliah tamu, seminar dan kegiatan jejaring bersama dengan pakar di bidang analitik data, serta modul pelatihan yang relevan.

“Bisnis digital saat ini memiliki keunggulan daya saing untuk pelanggan karena mampu mengidentifikasi perubahan perilaku pelanggan, sehingga dapat membuat intervensi atau penawaran personal khusus bagi pelanggan, di momentum yang tepat," kata Erich Gerber, General Manager Asia Pasifik dan Jepang, TIBCO dalam keterangan pers kepada Tribunnews, Kamis (15/3/2018).

Erich menambahkan, untuk dapat melakukan hal tersebut, bisnis menggunakan berbagai analitik data dan alat visualisasi agar dapat memahami pelanggannya, dan memprediksi perilaku mereka. Meski demikian, upaya untuk visualisasi atau menerapkan konsep teori analitik data di dalam ruang kelas seringkali dirasa sulit.

Dia menyebutkan, kolaborasi TIBCO dengan ITB memberikan peluang kepada mahasiswa menerapkan konsep yang mereka pelajari di kelas pada ranah praktik serta memperkuat kemampuan mereka menjajaki model bisnis baru dan memperdalam pemahaman mereka di bidang analitik data, serta di bidang dunia usaha.

Perekonomian Indonesia berkembang pesat, dengan porsi populasi yang memasuki kelas konsumen berdaya beli setiap tahunnya. Kelas konsumen yang bergeser ini juga memiliki kebiasaan pengeluaran dan pilihan yang berbeda, diwarnai dengan kebiasaan penggunaan internet mereka yang membuat mereka semakin terkoneksi.

Artinya, ada potensi besar yang belum tersentuh bagi bisnis untuk melibatkan konsumen melalui platform digital, dimana bisnis akan dapat membedakan produknya dan menawarkan pengalaman pelanggan yang bersifat lebih personal.

 “Teknologi digital memainkan peranan besar di perkembangan ekonomi Indonesia, namun pertumbuhan ekonomi masih terhambat oleh kesenjangan keterampilan di bidang data dan teknologi[1]. Kolaborasi erat antara universitas dan perusahaan di bidangnya adalah langkah penting untuk dapat melahirkan para calon pakar,” ungkap Profesor Sudarso Kaderi Wiryono, dekan, SBM ITB.

Melalui kerjasama ini ITB akan melatih dan memberdayakan gudang lulusan berbakat dan terampil di bidang analitik data, sehingga mampu memberdayakan bisnis di Indonesia untuk mengubah pengalaman pelanggan dalam menggunakan produk atau jasa.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved