Home »

Techno

»

Apps

Sofia, Chatbot untuk Wisatawan Muslim yang Sulit Cari Restoran Halal di Luar Negeri

Chatboat ini kemudian diberi nama Sofia. Nama ini dipilih melalui voting yang dilakukan para pengguna.

Sofia, Chatbot untuk Wisatawan Muslim yang Sulit Cari Restoran Halal di Luar Negeri
HANDOUT
Chatbot Sofia dirancang online selama 24 jam dalam 7 hari, membantu setiap wisatawan dengan pertanyaan-pertanyaan mereka dari berbagai belahan dunia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat lagi jalan-jalan atau liburan ke luar negeri, wisatawan muslim kadang sulit menemukan restoran dan tempat makan yang menyediakan menu halal.

Menyiasati itu, Microsoft memperkenalkan Sofia, sebuah chatboat yang dapat membantu wisatawan Muslim menemukan sajian halal di luar negeri.

Munculnya Sofia ini diawali dari pengalaman Mikhail Goh, seorang muslim, ketika memutuskan belajar di Korea Selatan lima tahun lalu.

Dia berpikir tidak akan sulit menemukan makanan halal di negara yang merupakan salah satu kota paling kosmopolitan tersebut. Namun, ternyata perkiraannya salah.

Upaya menemukan makanan halal di Korea Selatan tidak semudah saat dia berada di Singapura, yang hanya tinggal melakukan pencarian pada situs makanan terkenal seperti HungryGoWhere.

“Jika ada situs web yang membicarakan makanan halal di Korea Selatan, tempat makan tersebut sulit untuk ditemukan, atau setiap informasi yang kutemukan kurang berguna,” ungkap Mikhail, yang kini berada di Singapura.

“Sering kali, sebagai seorang wisatawan Muslim, Anda harus membuat keputusan berdasarkan informasi yang terbatas.  Apakah saya harus menempuh perjalanan sekitar 40-45 menit berkendara, hanya berdasarkan sebuah gambar yang tidak jelas, dan sangat sedikit informasi yang bisa dipercaya,” katanya.

Baca: Mark Zuckerberg Akan Bertemu Pemimpin Parlemen Eropa

Beberapa tahun kemudian, bersama istrinya dan juga teman baiknya Mikhail membuat Have Halal, Will Travel (HHWT).

HHWT adalah platform konten yang membantu setiap wisatawan Muslim untuk dapat melakukan perjalanan dengan percaya diri tanpa bantuan pemandu wisata.

Mereka mulai memperkenalkan platform tersebut melalui sebuah artikel tentang bagaimana menemukan makanan lokal halal seperti dim sum di Hong Kong; yang akhirnya bertumbuh menjadi ratusan artikel dan rekomendasi di situs tersebut, serta aplikasi mobile dan saluran media sosial.

Halaman
123
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help