Facebook Kerjasama Berikan Data Pengguna ke Perusahaan Cina
Facebook memastikan semua data yang dikumpulkan tetap berada di ponsel pengguna bukan di server.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM- Facebook telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama pemberian data pengguna kepada beberapa perusahaan asal Cina termasuk Huawei.
Dilansir oleh BBC, kerjasama ini memberikan perusahaan Cina akses data pengguna. Alasan perusahaan asal Cina adalah untuk membangun pengalaman pribadi para pengguna layaknya di Facebook.
Facebook memastikan semua data yang dikumpulkan tetap berada di ponsel pengguna bukan di server.
Baca: Terekam CCTV, Bocah 6 Tahun Serang Perampok Bersenpi yang Piting Leher Ayahnya
Perusahaan yang dibesut oleh Mark Zuckerberg tersebut saat ini sedang berada di bawah pengawasan pemerintah Amerika Serikat setelah mengalami skandal kebocoran data pengguna.
Sebanyak 87 juta data pengguna Facebook dimanfaatkan konsultan politik Cambridge Analytic (CA) di Amerika Serikat yang digunakan untuk memenangkan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat. Facebook sendiri telah dilarang di Cina sejak 2009.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/logo-facebook_20180507_161731.jpg)