Kecerdasan Buatan dan Platform Cloud Akan Jadi Tulang Punggung Teknologi CCTV

Dengan dukungan teknologi AI, kamera CCTV jadi punya kemampuan lebih berupa video analytics yang sanggup mengindetifikasi objeknya.

Kecerdasan Buatan dan Platform Cloud Akan Jadi Tulang Punggung Teknologi CCTV
HANDOUT
Kiri ke kanan: Dewan Penasihat Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (AISKINDO) Darwin Lestari, Sanny Suharli (Chairman ATISI) dan Ketua Umum AISKINDO Stefanus Ronald Juanto di sela seminar tentang sistem keamanan di sela penyelenggaraan pameran Infrastucture Week 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/11/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan platform cloud diprediksi akan menjadi tulang punggung inovasi teknologi di produk kamera pengintai CCTV.

Hal ini akan menjadi keniscayaan karena kebutuhan konsumen terhadap produk kamera CCTV yang lebih canggih terus meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (AISKINDO) Stefanus Ronald Juanto mengatakan, teknologi AI dan platform cloud akan memegang peran sangat penting bagi pengembangan teknologi kamera CCTV di masa datang.

Stefanus Ronald Juanto menjelaskan, dengan dukungan teknologi AI, kamera CCTV jadi punya kemampuan lebih berupa video analytics yang sanggup mengindetifikasi objeknya.

Sementara platform cloud atau on-premise di kameran CCTV masa depan memungkinkan pengguna tidak perlu membeli server tetapi cukup menyewa saja karena lebih praktis dan rendah biaya investasi.

Stefanus Ronald Juanto menambahkan, kelebihan lain kamera CCTV jika sudah mengadopsi teknologi kecerdasan buatan adalah kemampuannya dalam deep learning untuk mengidentifikasi objek seperti manusia, tumbuhan dan binatang. 

Teknologi ini bahkan juga bisa digunakan menganalisis karakter dan kebisaan penggunanya.

"Di China teknologi kamera CCTV sudah sangat luas digunakan," ujar Stefanus Ronald di acara Infrasecurity Conference di ajang Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jumat (2/11/2018).

Di sana, teknologi ini kini mampu menentukan nilai sosial pengguna. Data pengguna yang kedapatan terekam oleh kamera CCTV punya kebiasaan mencuri atau melanggar aturan lalu lintas, nilai sosialnya akan turun.

Nilai soal yang sudah jatuh membuat yang bersangkutan susah mengurus berbagai hal. Teknologi semacam inilah yang menurut Stefanus Ronald Juanto layak diadopsi di Indonesia segera.

Stefanus Ronald Juanto menambahkan, dalam konsep kebutuhan terhadap rasa aman, investasi dalam system keamanan tidak tepat jika dikaitkan dengan hitung-hitungan Return Of Investment (RoI) lantaran tujuan penerapan ari sistem pengamanan adalah untuk membantu mengurangi resiko.

Ronald mencontohkan, di beberapa negara yang tergolong sangat aman dari tindak kriminal seperti Singapura, Inggris, dan Jepang, memang memiliki tingkat kriminalitas rendah.

Berbagai kota di negara-negara tersebut menerapkan konsep keamanan yang Secured By Desain.

Dia menjelaskan, kota-kota tersebut tidak membiarkan seseorang berbuat kriminal.

Setiaji, Kepala Unit Jakarta Smart City menyatakan,  Singapura di tahun 2018 ini telah memiliki 100.000 kamera CCTV. Sementara Kota Jakarta baru memiliki sekitar 7.000-an CCTV.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved