TOP IT & TOP Telco 2018: Kesadaran Keamanan IT di Organisasi Pemerintahan Masih Rendah

IT Security masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai.

TOP IT & TOP Telco 2018: Kesadaran Keamanan IT di Organisasi Pemerintahan Masih Rendah
HANDOUT
Prof Dr Henri Subiakto SH MA, staf ahli Menkominfo Bidang Hukum menjadi pembicara kunci TOP IT & TOP TELCO 2018 di Jakarta, Kamis (6/12/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada banyak temuan menarik yang didapati dewan juri di ajang IT dan TOP Telco 2018 yang acara puncak penyerahan award-nya berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Prof Dr Laode M. Kamaluddin MSc. MEng., pakar telematika dan Ketua Dewan Juri TOP IT & TELCO 2018 menyatakan ada beberapa temuan penting terkait implementasi TI di perusahaan dan instansi pemerintahan berdasar hasil presentasi dan wawancara kepada peserta selama penjurian.

Antara lain, selain fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi TI Telco  sebaiknya manajemen Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, juga harus membangun IT Culture, agar pemanfaatan solusi IT Telco menjadi maksimal.

Kedua, IT Security masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional tidak boleh terhenti karena sistem keamanan IT yang lemah.

Selain itu, Dewan juri merekomendasikan penggunaan BlockChain dalam pengembangan solusi digital kedepan. Blockchain dirancang agar aman (secure by design) dan merupakan contoh sistem komputasi terdistribusi dengan Byzantine Fault Tolerance (BFT) yang tinggi sebagai smart contacts.

Konsensus terdesentralisasi dapat dicapai dengan blockchain yang membuat teknologi ini cocok untuk merekam peristiwa, catatan medis, catatan transaksi keuangan digital, dan aktivitas pengelolaan record lainnya.

Baca: 57,8 Persen Responden Akan Pilih Pemimpin Seagama, Peneliti LIPI Ini Sebut Ada Intoleransi Politik

Temuan lainnya, perlunya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang di-develop oleh pemerintahan pusat, yang digunakan oleh instansi daerah. Total ada sekitar 45 aplikasi dari beberapa Kementerian  dan Lembaga di pusat, yang harus digunakan dan diinput datanya oleh instansi di daerah.

Sejumlah walikota, bupati, CEO serta IT Manager hadir dalam kegiatan ini untuk menerima penghargaan tersebut.

Ajang ini digelar majalah It Works bekerjasama dengan beberapa asosiasi di bidang teknologi-informasi, telekomunikasi dan konsultan TI Independen dengan mengangkat tema 'Great IT for Great Business & Government'.

Penghargaan yang diberikan dalam kegiatan ini, terdiri dari 5 kategori. Pertama, TOP IT Implementation, yang dibagi dalam beberapa sektor usaha. Kedua, kategori TOP Business Solution yang diberikan kepada principal/vendor global dan lokal, yang penilaiannya dilakukan melalui rekomentasi user IT & TELCO di Indonesia.

Baca: Usul PSI Korupsi Orba Jadi Materi Debat, Bisa Seret Tokoh Era Orde Baru di Pemerintahan Jokowi-JK

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved