Telkomsel dan Mobisaria Teken MoU Kerjasama Penggerak Desa Digital

Dadang mengklaim potensi pasar Mobisaria sangat besar karena satu BMT bisa memiliki 10 ribu – 20 ribu anggota.

Telkomsel dan Mobisaria Teken MoU Kerjasama Penggerak Desa Digital
HANDOUT
Dadang Geminar, founder dan Direktur Mobisaria (kiri) dan Rahmat Susanta, founder dan Bisnis Development dan Marketing Direktur Mobisaria usai penandatanganan MoU dengan Telkomsel di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Jumat (21/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Telkomsel dan platform Mobisaria menggelar nota kesepahaman (Mou) kerjasama penggerak/patriot desa digital sekaligus menjadi langkah awal kerjasama Telkomsel dengan komunitas pedesaan berbasis digital melalui platform berbasis syariah, Mobisaria. MoU ini ditandatangani kedua pihak pada hari Jumat, 21 Desember 2018 lalu.

Mobisaria merupakan platform digital yang menghubungkan berbagai komunitas di pedesaan seperti pesantren, BMT (Baitul Mal wat Tamwil)petani, pengerajin, UKM, dan lain-lain. Ada empat platform yang akan dikembangkan, yakni e-wallet, micro finance, e-commerce dan business solution.

Dari berbagai komunitas tersebut di atas, yang akan menjadi tulang punggung dari Mobisaria adalah pesantren dan BMT. BMT adalah koperasi berbasis syariah yang pengelolaan dananya bersifat komersial maupun sosial.

BMT menganut asas syariah yang mengharamkan bunga namun bersifat gotong royong dan kebersamaan antar anggota. Kerjasama dengan BMT ini dilakukan melalui Pinbuk (Pusat Inkubator Usaha Kecil) yang selama bertahun-tahun telah membantu membentuk dan mengembangkan banyak BMT di Indonesia.

“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa Pesantren dan BMT di Indonesia. Kami bekerja sama dengan Telkomsel karena sebagai salah satu infrastruktur digital terbesar di Indonesia, mereka punya anak perusahaan yang bernama TCash,” ungkap Dadang Geminar, founder dan Direktur Mobisaria dalam keterangan pers tertulisnya kepada Tribunnews, Senin (24/12/2018).

Baca: Isak Tangis Warnai Pemakaman Finalis None Jakarta Timur, Korban Tsunami Selat Sunda

Rahmat Susanta, founder dan Business Development & Marketing Direktur Mobisaria menjelaskan, platform Mobisaria dibangun berangkat dari kepedulian pada masyarakat pedesaan. 

“Kawasan pedesaan secara growth sudah mulai meningkat  dan pemerintah sekarang sedang fokus membangun desa. Presiden Jokowi memiliki banyak program untuk pedesaan. Jadi kita melihat desa secara ekonomi cukup potensial. Kita lihat problemnya orang desa apa, mereka tidak memiliki akses ke keuangan dan akses pasar, tapi mereka punya kualitas barang bagus,” ujar Rahmat Susanta.

Baca: Cerita Rizal Armada Tentang Tsunami di Banten dan Ifan, Sahabatnya di Band Seventeen

Dia menambahkan, melalui platform ini pihaknya berupaya menyatukan kekuatan di pedesaan, baik dari sisi produk maupun finansial.

"Mengapa kita gandeng TCash, karena mereka sudah punya infrastruktur dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia,” kata Rahmat seraya menambahkan, TCash akan berfungsi sebagai payment gateway dari lalu lintas transaksi di Mobisaria.

Rahmat menjelaskan, ada empat langkah pengembangan layanan Platform Mobisaria, yakni E-wallet, Micro Finance, E-commerce, dan business solution.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved