Equnix Business Solutions dan Aptikom Jalin Kerjasama Guna Hasilkan Technopreneur Andal

Equnix Business Solutions dan APTIKOM menjalin kerja sama untuk menghasilkan talenta andal di bidang database

Equnix Business Solutions dan Aptikom Jalin Kerjasama Guna Hasilkan Technopreneur Andal
HandOut/Ist
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Equnix Business Solutions dan APTIKOM, Sabtu (12/1/2019). Kerja sama antara PT Equnix Business Solutions dan APTIKOM ini bertujuan menghasilkan talenta TI andal, terutama di bidang database dan solusi bisnis teknologi berbasiskan open source. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah sukses menggelar kampanye edukasi software open source di beberapa kampus di tanah air tahun lalu, PT Equnix Business Solutions kembali menunjukkan komitmennya mendukung program pemerintah menciptakan 1.000 technopreneur dan menyosialisasikan open source di Indonesia.

Salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM).

Kerjasama ini akan ditandai oleh penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Equnix Business Solutions dan APTIKOM.

Kerja sama antara PT Equnix Business Solutions dan APTIKOM ini bertujuan menghasilkan talenta TI andal, terutama di bidang database dan solusi bisnis teknologi berbasiskan open source.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu dari 10 prioritas nasional yang sejalan dengan roadmap 'Making Indonesia 4.0' untuk mempercepat visi Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Penguatan strategi digital menjadi sesuatu yang penting dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bersaing di era ekonomi digital. Pada 2021, IDC memprediksi bahwa 20% perusahaan akan memiliki strategi transformasi digital dan dalam proses mengimplementasikan strategi tersebut agar bisa bersaing.

Meski demikian, terbatasnya sumber daya manusia diakui sebagai salah satu tantangan besar dalam akselerasi transformasi digital di kalangan perusahaan.

Keterbatasan pasokan sumber daya manusia bertalenta di bidang TI memang menjadi kendala yang dikeluhkan oleh para perusahaan.

Menurut perusahaan riset A.T. Kearney, sektor pendidikan di Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 insinyur TI dari setiap 1 juta penduduk.

Angka lulusan tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencetak 1834 insinyur TI dan India yang mencetak 1159 insinyur TI dari setiap 1 juta penduduk.

Riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 5 kali lebih banyak insinyur TI dalam 10 – 15 tahun ke depan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

“Kerja sama antara PT. Equnix Business Solutions dan APTIKOM tidak hanya berupaya menghasilkan lulusan bertalenta tapi juga memiliki pengetahuan di bidang database dan solusi bisnis teknologi berbasiskan open source yang kian populer di kalangan perusahaan di Indonesia,” kata Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions.

Ia menambahkan, sumber daya manusia merupakan prioritas utama dalam proses transformasi digital yang disusul oleh teknologi di tahapan berikutnya.

Bentuk kerja sama antara PT. Equnix Business Solutions dan APTIKOM akan terkait dengan edukasi, riset, dan praktik industri yang meliputi beberapa hal seperti di antaranya kegiatan praktik kerja lapangan, pelatihan dan workshop, acara pertemuan komunitas, kuliah tamu, masukan terkait dengan kurikulum, bimbingan riset terkait dengan software open source, lowongan pekerjaan, hingga beasiswa.

“Kami gembira dan memiliki keyakinan bahwa kerja sama ini akan berbuah baik dengan menghasilkan lulusan bertalenta mumpuni yang dibutuhkan oleh industri TI di Indonesia serta mendukung tercapainya peta jalan Making Indonesia 4.0 oleh pemerintah,” kata Ketua Umum APTIKOM, Prof Zainal A Hasibuan Ir MLS PhD. 

Halaman
12
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved