Platform Jual Beli Kripto asal Korea Selatan Garap Pasar Indonesia

GOPAX Indonesia mengklaim mengutamakan transparansi dalam mengoperasikan layanan kepada para penggunanya

Platform Jual Beli Kripto asal Korea Selatan Garap Pasar Indonesia
istimewa
GoPax Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demam global terhadap teknologi blockchain dan aset digital sudah mencapai Indonesia.

Indonesia yang merupakan salah satu pasar potensial di Asia Tenggara disertai dengan minat masyarakat yang cukup tinggi untuk berinvestasi pada aset digital.

Sebagai negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi kreatif yang cukup pesat, banyak pelaku usaha yang tertarik untuk mengembangkan bisnis platform pertukaran aset digital.

Ini pula yang mendorong platform jual beli kripto asal Korea Selatan, GoPax yang  dikelola oleh Magna Digital Lab dan Streami Inc. masuk ke pasar Indonesia.

"Masuknya GoPax ke Indonesia, lantaran dukungan juga dari aturan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 99 tahun 2018 tentang Perdagangan Aset Kripto yang muncul pada Oktober 2018," kata  Business Strategist Gopax, M Yusuf Musa di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Saat ini demam cryptocurrency tengah melanda masyarakat Indonesia dan tercatat sekitar 2,8 juta masyarakat Indonesia yang bermain investasi cryptocurrency.

Ia menyebut, sudah ada 9 jenis mata uang kripto yang bisa diperdagangkan di bursa Gopax Indonesia terus tumbuh dan kini lebih dari 200 user yang bergabung dengan Gopax Indonesia.

Layanan GOPAX Indonesia dilengkapi dengan teknologi serta SDM terbaik untuk memberikan pelayanan terpercaya bagi para trader dalam berinvestasi aset digital.

Semenjak diluncurkan di Korea Selatan, sistem keamanan GOPAX dapat mempertahankan rekor bersih dari gangguan server ataupun peretasan sampai saat ini.

GOPAX Indonesia juga sangat mengutamakan transparansi dalam mengoperasikan layanan kepada para penggunanya.

"Kami memberikan pelayanan yang transparan kepada para pengguna agar dengan mudah melakukan transaksi aset digital melalui platform GOPAX Indonesia," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved