Bos GOJEK Ingin Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Digital se-ASEAN

Nadiem menyebut bahwa Go-Jek telah beroperasi di lima negara dan 204 kota serta wilayah di seluruh Asia Tenggara.

Bos GOJEK Ingin Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Digital se-ASEAN
KOMPAS IMAGES/OIK YUSUF
Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Go-Jek 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pekan pertama Februari lalu, Go-Jek mengumumkan finalisasi putaran pendanaan Seri F yang diperoleh dari beberapa investor, yakni Google, Tencent, dan JD.com.

Tak hanya mengumumkan dana segar yang baru diperoleh, perusahaan ride-hailing ini juga mengklaim sebagai layanan mobile on-demand dan platform pembayaran terbesar di Asia Tenggara.

Dilihat dari total nilai transaksi bruto (GTV) tahunan di semua pasar yang mencapai 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 126,7 triliun), sebagian besar memang disumpang oleh layanan pembayaran Go-Pay.

Dari total GTV, transaksi ekosistem Go-Pay menyumbang 6,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 88,7 triliun.

Sementara layanan pesan antar makanan, Go-Food meyumbang angka 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28,1 triliun.

Nilai transaksi yang diperoleh Go-Food menjadikannya layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara.

"Go-Food telah menjadi layanan pesan antar makanan terbesar di regional (Asia Tenggara)," ujar CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, dilansir dari keterangan resmi Go-Jek, Selasa (12/2/2019).

"Sementara Go-Pay telah digunakan untuk memproses tiga perempat dari pembayaran mobile di Indonesia," imbuh Nadiem.

Menurut riset dari Financial Times Confidential Research akhir 2018 lalu, Go-Pay menjadi platform pembayaran digital terpopuler di Indonesia.

Saat ini, Go-Jek mengaku memiliki hampir 300.000 merchant online maupun offline di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved