Aplikasi Kormo Permudah Usaha Cari Kerja Informal

Aplikasi Kormo sekarang tersedia secara gratis di Google Play store. Untuk bisnis yang ingin bekerja sama dengan Kormo, silakan mendaftar

Aplikasi Kormo Permudah Usaha Cari Kerja Informal
TRIBUN JABAR /GANI KURNIAWAN
Sejumlah pencari kerja antre mengisi data pribadi dan bidang pekerjaan yang dipilih di salah satu stan perusahaan yang sedang merekrut tenaga kerja pada ITB Integrated Career Days 2018 di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu (28/10/2018). Bursa kerja yang digelar ITB Career Center ini diikuti lebih dari 40 perusahaan nasional dan multinasional, yang didominasi oleh start-up company yang lekat dengan bisnis dunia digital. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, sektor tenaga kerja informal telah menjadi kontributor utama bagi tenaga kerja Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sektor tenaga kerja informal berhasil menyerap 58% tenaga kerja, lebih tinggi dari tahun lalu. Per Agustus 2018, jumlah pekerja sektor informal mencapai 70,5 juta, lebih banyak dari pekerja di sektor formal.

Namun, salah satu tantangan umum bagi pencari kerja adalah kurangnya informasi dan platform pencari pekerjaan, terutama untuk sektor informal.

Untuk mengatasi masalah ini, Kormo hadir sebagai aplikasi pencari kerja dari Google Area 120, workshop Google untuk proyek eksperimental.

Kormo dikembangkan untuk fokus dalam menghubungkan pencari kerja dengan penyedia kerja sektor informal. Kormo menggunakan machine learning dari Google untuk merekomendasikan lowongan kerja yang disesuaikan dengan profil pengguna dan aktivitas pengguna dalam aplikasi.

Saat ini, Kormo masih dalam tahap pengembangan awal, terus mengembangkan fitur untuk memaksimalkan dampak positif pada sektor tenaga kerja informal.

Aplikasi ini juga berusaha membantu para pencari kerja untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui fitur "Belajar", di mana Kormo menyediakan modul pembelajaran dalam bentuk video dan artikel.

Para pencari kerja akan mendapatkan lencana setiap kali mereka selesai mempelajari modul, sehingga penyedia kerja dapat mengetahui jenis keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki pelamar.

"Kami ingin Kormo menjadi lebih dari sekadar platform bagi pencari kerja di sektor informal. Inilah sebabnya, kami mendorong para pencari kerja dapat menggunakan fitur belajar dari aplikasi Kormo, sehingga mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka untuk mempersiapkan diri sebelum wawancara kerja," ujar Bickey Russell, Founder dan Lead Kormo di Jakarta, Rabu (13/3).

Kormo juga menghadirkan transparansi bagi pencari dan penyedia kerja dalam bentuk notifikasi.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved