Operator Selular Idealnya Layani Rute MRT Jakarta

Ranahnya B2B, semua sudah dewasalah. Operator pun harus berikan penawaran yang win-win. Semua kan sudah dewasa, pasti ada titik temunya

Operator Selular Idealnya Layani Rute MRT Jakarta
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Warga menaiki kereta MRT di Stasiun Fatmawati Jakarta, saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengharapkan semua operator seluler memberikan layanan di semua rute yang dilalui transportasi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

"Idealnya semua operator memang harus ada di rute dan stasiun MRT Jakarta, baik itu di tunnel (terowongan bawah tanah) atau di atas tanah. Kita kan maunya seperti di Singapura, orang bisa komunikasi dimana saja kala gunakan MRT," kata Rudiantara usai membuka acara Future Digital Economy Lab di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Dijelaskannya, negosiasi antara pengelola MRT Jakarta dan operator seluler adalah ranah business to business (B2B). Namun, jika kedua pihak ditambah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merasakan perlu ada fasilitator dalam negosiasi, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) siap menjembatani.

"Ranahnya B2B, semua sudah dewasalah. Operator pun harus berikan penawaran yang win-win. Semua kan sudah dewasa, pasti ada titik temunya," katanya.

Rudiantara mengingatkan, kondisi industri seluler saat ini ada operator yang mampu menggelontorkan investasi besar, tetapi juga ada yang kantongnya pas-pasan. 

"Tetapi pasti semua ingin melayani masyarakat. Makanya saya ingatkan jangan jadikan fasilitas telekomunikasi itu sebagai alat untuk mencegah pemain yang pas-pasan masuk. Semua bisa masuk, masalah berapa komposisinya, itu terserah mekanisme pasar diantara mereka (MRT Jakarta-operator seluler)," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam masa uji coba MRT Jakarta trayek Lebak Bulus- Bundaran Hotel Indonesia banyak netizen mengeluhkan tak adanya sinyal seluler kala kereta melewati atau berada di tunnel.

Sebagian dari konstruksi jalur MRT Jakarta merupakan struktur layang (Elevated) yang membentang lebih dari 10 km, dari wilayah Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja. 

Dari rute tersebut, terdapat 7 Stasiun Layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja. 

Sementara Depo kereta api dibangun di area Lebak Bulus, berdekatan dengan stasiun awal/akhir Lebak Bulus. Seluruh stasiun penumpang dan lintasan dibangun dengan struktur layang yang berada di atas permukaan tanah, sementara Depo kereta api dibangun di permukaan tanah (on ground).

Konstruksi bawah tanah (Underground) MRT Jakarta membentang lebih dari 6 km, yang terdiri dari terowongan MRT bawah tanah dan enam stasiun MRT bawah tanah, yang terdiri dari Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia.  

Dalam masa uji coba, satu-satunya sinyal seluler yang hadir hanya dari Telkomsel. Operator ini mengaku sudah memasang 48 BTS di 13 stasiun yang dilewati MRT Jakarta.
  
"Total ada 74 sector dengan 222 NE BTS mixed 2G, 3G, dan 4G. Untuk 4G kita pakai carrier aggregation  LTE FDD 1800 dan LTE TDD 2300 dikombinasikan," jelas Direktur Jaringan Telkomsel Bob Apriawan pekan lalu.

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved