Serangan Siber Ancam Kepentingan Nasional

Heru menjelaskan berbagai kejadian di dunia sudah menunjukkan fakta ini. Sebut saja kebocoran 87 juta data Facebook yang terjadi tahun 2018

Serangan Siber Ancam Kepentingan Nasional
IBTimes UK
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Tren serangan siber yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini berpotensi mengancam kepentingan nasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan kerjasama semua pihak guna menangkal berbagai serangan sekaligus menekan risiko yang ditimbulkan.

Direktur Ekskutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi mengatakan tidak ada sebuah sistem yang sepenuhnya aman dari gangguan keamanan siber. Demikian pula dengan sistem digital di Indonesia yang tak akan luput dari serangan siber.

“Pihak yang tidak bertanggungjawab akan memanfaatkan celah keamanan sekecil apapun. Perkembangan kejahatan siber meningkat baik secara kuantitas dan kualitas,” kata Heru di Jakarta, pekan lalu.

Heru menjelaskan berbagai kejadian di dunia sudah menunjukkan fakta ini. Sebut saja kebocoran 87 juta data Facebook yang terjadi tahun 2018.

Baca: Ini Omongan Audrey yang Bikin Pelaku Sakit Hati? Bukan Masalah Cowok, Seret Almarhum Ayah

Baca: Masalah Sepele Ini Jadi Sebab Tersangka Memotong Leher Budi Hartanto Usai Membunuhnya

Belakangan sebuah perusahaan keamanan siber UpGuard bahkan menemukan jumlah data yang bocor lebih besar lagi. Padahal, Facebook yang menjadi salah satu jejaring sosial terbesar di dunia memiliki sistem keamanan yang sangat ketat.

Demikian pula dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Sistem badan ini juga memiliki celah keamanan yang mampu dimanfaatkan oleh para peretas. Menurut Heru, Indonesia juga pernah mendapatkan serangan malware dari seluruh dunia.

“Itu adalah beberapa bukti tidak ada sistem yang 100 persen aman,” ungkapnya.

Serangan siber saat ini banyak menyasar sektor keuangan, perdagangan, sumberdaya manusia, hingga teknologi finansial. Sektor-sektor ini memiliki dampak psikologis besar bagi masyarakat.

Meski sebagian besar tidak membawa kerugian langsung secara finansial, namun situasi ini mampu memunculkan kekhawatiran masyarakat. Inilah kenapa gangguan keamanan siber kepada sektor-sektor itu menjadi kepentingan nasional yang patut dibela.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain penguatan kapasitas keamanan siber sebuah negara. Penguatan dilakukan untuk mengimbangi level pengembangan digital yang saat ini semakin cepat. "Indonesia harus sadar mengenai bahaya kejahatan siber," tegas Heru.

Halaman
12
Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved