TOPIK
Wartawan Kompas Meninggal
-
Polisi Serahkan Organ Dalam Syaifullah Usai Uji Forensik
Tak kurang 18 item organ dalam almarhum M Syaifullah, diserahterimakan penyidik kepada keluarga almarhum yang diwakili wartawan Kompas Tri Haryono
-
Malam Ini Doa Tahlilan ke-7 Almarhum Iful
Malam ini, Jumat (30/7/2010) telah diadakan doa tahlilan malam ke-7 mendiang Muhammad Syaifullah, wartawan Kompas yang meninggal.
-
Polri Periksa Makanan dan Obat Milik Syaifullah
Polri melakukan uji laboratorium terhadap makanan dan obat-obatan milik M Syaifullah, wartawan Kompas yang tewas di Balikpapan.
-
Menkopolhukam: Kasus Kematian M Syaifullah Jangan Melebar
Menkopolhukam, Djoko Suyanto meminta semua pihak agar kematian M Syaifullah tidak melebar kemana-mana.
-
18 Bagian Tubuh Syaifullah Dibawa ke Forensik Polda Jatim
Sebanyak 18 organ dalam ditemukan di rumah M Syaifullah, Kepala Biro Kompas Kalimantan, dibawa ke laboratorium forensik Polda Jawa Timur.
-
Komisi III DPR RI Doa Bersama Untuk Iful
Komisi III DPR berdoa khusus untuk almarhum M Syaifullah, wartawan Kompas, sebelum mereka Rapat Dengar Pendapat Umum.
-
Istri dan Ibu Syaiful Pingsan di Pemakaman
Kedua perempuan yang sangat berarti bagi M Syaifullah, pingsan. Ibu dan istri wartawan Kompas tak kuasa menahan kesedihan mereka saat pemakaman.
-
20 Santri Ikut Salatkan Jenazah Syaiful
Jenazah M Syaifullah, wartawan Kompas pagi ini sudah disalatkan di Mushola Darul Falah. Terlihat 20 santri ikut.
-
Rekan Syaiful Masih Tak Percaya
Kepergian M Syaifullah, wartawan Kompas yang tiba-tiba juga memukul rekan-rekannya. Duka mendalam menyelimuti teman sekerja dan sepermainan Iful.
-
Hujan Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Syaiful
Hujan tangis tak terelakkan saat jenazah wartawan Kompas, M Syaifullah datang di rumah duka di Kota Kandangan Kabupaten HSS Kalsel.
-
Keluarga Ingin Melihat Jasad Syaiful
Keluarga masih ingin melihat jasad M Syaifullah, wartawan Kompas yang ditemukan meninggal dunia, Senin (26/7/2010).
-
Ketua Kontras: Kematian Iful Sangat Mungkin Pembunuhan
Kasus kematian tidak wajar yang menimpa Kabiro Kalimantan Timur harian Kompas, M. Syaifulah pagi
-
Keluarga Syaiful Tunggu Kedatangan Jenazah
Jenazah M Syaifullah saat ini dalam perjalanan dari Balikpapan menuju rumah orangtuanya di Kota Kandangan Kabupaten HSS Kalsel.
-
Sosok yang Kooperatif dan Akomodatif
Muhammad Syaifullah, yang meninggal secara tak wajar, Senin (26/7/2010), memiliki kenangan tersendiri bagi Nasrullah Nara.
-
Istri Syaifullah: Kalau Ada Kesalahan Iful Mohon Maaf
Isnainijah Sri Rohmani, istri Muhammad Syaiful Kepala Biro Kompas wilayah Kalimantan memintakan maaf atas kesalahan suaminya semasa hidup.
-
Awang Faroek Puji Syaiful
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan sangat kehilangan atas meninggalnya Wartawan Kompas M Syaifullah
-
Wartawan dan Aktivis Lingkungan Kalteng Berduka
Meninggalnya wartawan yang juga Kepala Biro Kompas Kalimantan, Muhammad Syaifullah
-
Dokter: Syaiful Meninggal karena Sakit
Pihak kedokteran dan kesehatan Polda Kaltim untuk sementara memastikan bahwa M Syaiful meninggal karena penyakit lama.
-
Syaiful Akan Dimakamkan Di Samping Ayahnya
Hj Mahrita, ibu kandung HM Syaifullah, tak mampu menahan rasa dukanya kala mendapat kabar meninggalnya wartawan Kompas tersebut.
-
Selamat Jalan Bang Iful...Perjuangan Membongkar Bobroknya Tambang Belum Selesai
"Kalau ada berita tentang tambang atau kerusakan lingkungan di kalsel jangan lupa kirim ke emailku," kata M Syaifullah padaku.
-
Mantan Menteri Beri Semangat Istri Syaiful
Mantan Sekretariat Negara memberi semangat pada Isnainijah istri wartawan Kompas, M Syaifullah yang meninggal dunia hari ini.
-
Ini Tulisan M Syaifullah Mengkritisi Lingkungan Hidup
Berikut ini tulisan wartawan Kompas biro Kalimantan, M Syaifullah (43) alias Iful yang ditemukan meninggal dunia mencurigakan, Senin (26/7/2010).
-
Bang Ful Ingin Punya Rumah di Pegunungan Meratus
Kecintaan wartawan Kompas M Syaifulah pada alam semasa hidupnya memang sangat besar. Dia punya rencana membeli tanah di pegunungan Meratus
-
Kematian Tidak Wajar M Syaifulah Jadi Rapor Merah SBY
Kematian tidak wajar wartawan Kompas, M Syaifulah dipandangbsebagai jadi rapor merah bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
-
Walhi: Tulisan Ipul soal Ilog dan Kerusakan Lingkungan Cukup Tajam
Kepergian Muhammad Syaifullah tak hanya mengejutkan rekan-rekannya sesama wartawan Kompas, tetapi juga sejumlah aktivis lingkungan.
-
Tribunnews.com Turut Berduka Cita
SEGENAP karyawan Tribunnews.com mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya wartawan Kompas Muhammad Syaifullah
-
Komnas HAM: Tewasnya Syaifulah Kemunduran Demokrasi
Wakil ketua Komnas HAM, Nur Kholis menuturkan bahwa kematian tidak wajar yang menimpa kepala biro Kalimantan Timur harian Kompas
-
Istri Almarhum Tenang Tunggui Proses Otopsi
Proses otopsi wartawan Kompas sekaligus Muhammad Syaifullah masih belum selesai dilakukan hingga pukul 18.15 Wita, Senin (26/7/2010).
-
Mafia Tambang di Balik Meninggalnya Syaifullah?
Mabes Polri mengaku belum dapat memastikan kematian Kepala Biro Kompas Kalimantan M Syaifullah
-
Jangan Menduga-duga! Kita Tunggu Hasil Otopsi
Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Trias Kuncahyono meminta seluruh pihak untuk menunggu hasil otopsi jenazah Muhammad Syaifullah.
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved