Wisata Jakarta

Kisah Haru Penjual Siomay Pink setelah Berulang Kali Bangkrut

Warna tersebut merupakan kesukaan anaknya yang terpisah sejak masih berumur 3,5 tahun.

Kisah Haru Penjual Siomay Pink setelah Berulang Kali Bangkrut
Tribunnews/Reynas Abdila
Restoran Siomay Pink di Jalan Tentara Pelajar No. 33, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sriyono (61), pemilik restoran Siomay Pink berhasil memetik kesuksesan setelah berulang kali bangkrut dalam berusaha.

Pria asal Klaten, Jawa Tengah ini pun berbagi cerita tentang kisah perjalanan hidupnya merintis usaha siomay.

Siomay
Siomay Pink. (Tribunnews/Reynas Abdila)

"Saya banyak mengalami kegagalan (bangkrut) tapi saya belajar untuk meraih kesuksesan," ujar pria yang kerap memakai celana pendek itu, Senin (30/6/2015).

Awalnya, Sriyono melakoni pekerjaan sebagai makelar jual-beli mobil pada tahun 1974 sampai 1978 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di akhir tahun 1978, usahanya sebagai makelar bangkrut. Ia kemudian mencari ide untuk mengembangkan usaha baru.

Pada tahun 1980, Sriyono mulai serius menekuni usaha anyar yakni kuliner siomay yang belum diberi nama.

Sriyono memulai bisnis barunya tersebut dengan menjajakan siomay mengelilingi Jalan Radio Dalam I, Kebayoran Baru menggunakan sepeda keranjang.

Memasuki tahun 1996, usahanya beranjak besar dan ia memberanikan diri membuka lapak di Mall Plaza Senayan, Jakarta Pusat.

Halaman
123
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Mohamad Yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help