Bali Butuh Revitalisasi Teluk Benoa agar Bisa Disandari Banyak Kapal Pesiar

agar bisa disandari banyak kapal pesiar, baik yacht, maupun cruise, Bali membutuhkan adanya revitalisasi Teluk Benoa.

Bali Butuh Revitalisasi Teluk Benoa agar Bisa Disandari Banyak Kapal Pesiar
www.nicholsonyachts.com
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pariwisata dari Universitas Korpri Warmadewa, Bali, Gede Tatak Suhartana mengatakan agar bisa disandari banyak kapal pesiar, baik yacht, maupun cruise, Bali membutuhkan adanya revitalisasi Teluk Benoa.

Pasalnya, kondisi pelabuhan Benoa saat ini kurang memungkinkan untuk disandari banyak kapal pesiar bila tak dilakukan revcitalisasi berbasis reklamasi di sekitar Teluk Benoa.

Demikian disampaikan Gede Tatak Suhartana menyikapi rencana pemerintah yang menargetkan masuknya 3.000 yacht ke Indonesia, salah satunya melalui pelabuhan Benoa, ketika dihubungi, Jumat (16/10/2015).

“Bagaimana mungkin bisa mendatangkan ribuan yacht, dan kapal pesiar kalau kondisi di Teluk Benoa sendiri rusak parah? Karena itu dibutuhkan revitalisasi berbasis reklamasi di Teluk Benoa,” kata Tatak.

Koordinator Inkubator Wiraswasta di FE Universitas Korpri Warmadewa, Bali, ini mencontohkan, banyak kapal pesiar dan yacht bersandar di Singapura karena negara tersebut memiliki pelabuhan khusus bagi kapal pesiar dan yacht.

Di Bali, ujarnya, hal itu bisa dilakukanbila pemerintah serius ingin membangun pariwisata yang bisa mendatangkan jutaan wisatawan asing.

“Banyaknya Yacht dan kapal pesiar bersandar di Singapura, karena di sana ada pelabuhan khusus Yacht dan kapal pesiar, lumayan loh pemasukannya bagi negara,” ujarnya.

“Pariwisata memang bisa meningkatkan income bagi negara secara cepat, namun jangan hanya wacana saja. Pelabuhannya, ya, digarap. Di Bali, misalnya pelabuhan Benoa diperbaiki. Peluangnya besar sekali apalagi bila revitalisasi Teluk Benoa juga terwujud, maka sangat bisa mendatangkan ribuan yacht dan kapal pesiar ke Bali,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, salah satu kebijakan pemerintah demi mencapai target 10 juta turis asing di tahun depan adalah kemudahan wisman masuk ke Indonesia‎ menggunakan yacht (kapal).

Dengan kemudahan itu, pemerintah menargetkan tahun depan akan ada 3.000 yacht, atau nilainya setara dengan Rp 3 triliun yang akan masuk ke Indonesia.

Kapal jenis ini juga boleh masuk ke Indonesia dengan menaik-turunkan penumpang di lima pelabuhan besar.

“Ada Belawan, Tanjung priok, Tanjung perak, Benoa, dan Makassar. Keuntungan kalau orang Indonesia mau melakukan cruising tidak perlu ke Singapura cukup ke lima pelabuhan besar saja,” katanya.

Penulis: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help