Wisata Yogyakarta

Berburu Sepatu dan Tas Kulit di Manding, Sentra Kerajinan Kulit di Yogyakarta

Berada di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo Manding Sabdodadi, Bantul, kawasan ini telah dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit sejak tahun 1957.

Berburu Sepatu dan Tas Kulit di Manding, Sentra Kerajinan Kulit di Yogyakarta
Tribun Jogja/Hamim
Tas kulit hasil produksi pengrajin di Manding, Bantul. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Jika di Jawa Barat ada Cibaduyut dan di Jawa Timur terdapat Tanggulangin sebagai sentra industri kulit, Yogyakarta juga memiliki sentra industri kulit, yakni Manding.

Berada di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo Manding Sabdodadi, Bantul, kawasan ini telah dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit sejak tahun 1957.

gapura
Gapura masuk Desa Wisata Manding, Bantul. (Tribun Jogja/Hamim)

Beragam kerajinan mulai dari dompet, tas, sepatu, sandal, jaket, dapat anda temukan di sini.

Dikatakan Jumakir selaku ketua kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Wisata Manding, saat ini terdapat sekitar 42 rumah rumah produksi, dan 48 showroom penjualan kerajinan kulit.

Showroom tersebut berjajar rapi sepanjang jalan di desa Manding dengan mudah akan kita temukan berbagai macam kerajinan yang terpajang apik di setiap etalase toko.

Mulai dari sepatu, tas, sendal, jaket, ikat pinggang, topi, dompet, serta berbagai aksesoris yang terbuat dari kulit seperti, gantungan kunci, gelang, kalung dan pigura.

Soal harga sangat bervariasi.

Model serta bentuk juga mempengaruhi harga, semisal untuk produk berbahan dasar murni kulit seperti jaket kulit antara Rp. 500 ribu hingga Rp1,5 juta.

Sepatu mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 1 juta, tas mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.

sepatu
Sepatu kulit produk Manding. (Hamim/Tribun Jogja)
Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help