Wisata Lampung

Wisata Edukatif di Taman Kupu-Kupu Gita Persada Bandar Lampung

Ingin belajar soal kupu-kupu? Mampirlah ke Taman Kupu-Kupu Gita Persada yang terletak di Jalan Way Rahman, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.

Wisata Edukatif di Taman Kupu-Kupu Gita Persada Bandar Lampung
Tribun Lampung/Anna Puspita
Museum Kupu-kupu Gita Persada. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Ana Puspita

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Anda pencinta kupu-kupu atau memang ingin mengenal lebih jauh tentang kupu-kupu termasuk tempat hidup dan jenis-jenisnya?

Tempat yang paling tepat untuk menjawab keinginan tersebut adalah Taman Kupu-Kupu Gita Persada yang terletak di Jalan Way Rahman, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.


Taman Kupu-Kupu Gita Persada. (Tribun Lampung/Anna Puspita)

Di taman dengan luas empat hektar ini, ada puluhan jenis kupu-kupu, baik yang hidup bebas di area taman, ataupun yang berada di dalam area penangkaran, dapat dijumpai oleh pengunjung yang datang ke taman ini.

Selain kupu-kupu yang masih hidup dan beraktivitas dengan lincah di habitat alaminya, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat terkait dengan kupu-kupu.

Mulai dari nama hingga jenisnya di museum kupu-kupu yang terletak tidak jauh di sisi kiri pintu masuk taman.

Museum yang dimaksud adalah sebuah rumah panggung khas tempo dulu, berukuran besar dengan dinding dan lantai kayu berwarna hitam kecoklatan alami, yang menjadi tempat dari ratusan kupu-kupu yang sudah diawetkan.

Tidak kurang dari 140an kupu-kupu terjaga cantik di museum ini, mulai dari kupu-kupu Sumatra, dengan corak yang beragam, hingga kupu-kupu Attacus Atlas berukuran besar.

Keseluruhan kupu-kupu yang ada di museum ini merupakan koleksi kupu-kupu yang mulai dikumpulkan oleh pengelola taman sejak tahun 1997, 19 tahun yang lalu tepatnya.

Setelah diawetkan dengan teknik khusus, ratusan kupu-kupu ini disimpan di dalam bingkai khusus lengkap dengan nama dan juga tempat dan tahun kapan kupu-kupu tersebut didapat.

Jangan ragu untuk bertanya, karena pengelola akan dengan sabar dan senang hati menjawab pertanyaan ini dan itu yang dilontarkan pengunjung karena rasa ingin tahu dan penasaran mereka.

“Ini yang sudah diawetkan, ada sekitar 140an kupu-kupu yang dikumpulkan sejak tahun 1997. Biasanya, dari kupu-kupu itu masih jadi ulat, kita sudah persiapkan, jadi lebih mudah untuk mengawetkannya,” terang pengelola Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Anto.

Selain dihiasi dengan 140an kupu-kupu yang sudah diawetkan dan diletakkan di dalam bingkai khusus di dinding, bagian dalam museum juga dilengkapi dengan beragam lukisan cantik, tentunya lukisan kupu-kupu,

Tempatnya pun nyaman dengan udaranya yang sejuk, juga keramahan dari pengelola yang akan membuat pengunjung semakin betah saja untuk berlama-lama berada di dalam museum.

Setelah menghabiskan waktu dan juga puas mendengarkan penjelasan terkait dengan kupu-kupu, tidak salahnya untuk bersantai.

Anda bisa menikmati udara segar dan pemandangan di sekitar taman dengan duduk santai di bagian belakang museum yang didesain serupa dengan balkon.

Masih dilengkapi dengan gambar kupu-kupu berwarna-warni, tersedia pula sebuah sofa hitam empuk dan panjang untuk memanjakan sejenak punggung dan kepala kita.

Sofa ini dipadu dengan meja panjang dengan taplak bermotif berwarna terang.


“Kalau yang ingin bersantai, bisa duduk-duduk di bagian belakang museum. Di bawah juga ada kantin yang bisa digunakan pengunjung untuk memesan minuman dan juga makanan yang ada dalam menu yang disediakan,” tambah Anto.

Seusai belajar dan juga bersantai di museum kupu-kupu yang tersedia di Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Lampung ini, tidak lengkap rasanya jika pulang tanpa buah tangan.

Nah, di sini menyediakan aneka suvenir di area Gift Shop yang berada di sudut pintu masuk museum.

Pengunjung akan mendapatkan aneka suvenir mulai dari bros, gantungan kunci hingga tas bernuansa kupu-kupu dengan harga beragam mulai dari Rp 10 ribu.

Untuk memasuki Taman Kupu-Kupu Gita Persada lengkap dengan memasuki museum, menikmati taman bermain, memasuki penangkaran kupu-kupu dan menjajal menaiki rumah pohon, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk Rp 10 ribu saja. 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved