Tips bagi Anda yang Ingin Merintis Usaha Kuliner

"Pikirkan kalau money follow the business. Ini masalah komitmen. Kalau bisnis sudah berjalan dan bagus, uang akan datang dengan sendirinya."

Tips bagi Anda yang Ingin Merintis Usaha Kuliner
KOMPAS/PRIYOMBODO
ILUSTRASI: Deretan food truck yang mangkal di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014). Bisnis kuliner dengan menggunakan mobil atau truk yang dapat berpindah-pindah tempat jualan tengah menjadi tren di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Bisnis kuliner saat ini tengah diminati, termasuk oleh generasi milenial.

Hal itu terbukti lewat maraknya kuliner kreatif buatan anak muda. Ternyata, bisnis kuliner memang memberi laba yang cukup besar dan menjanjikan.

"Bisnis (kuliner) ini menjanjikan karena menjadi pilihan dari karier atau bisnis. Kita juga ingin ada proses regenerasi, dan anak muda sekarang sudah mencintai kembali kuliner nusantara," kata pengamat dan penggiat komunitas Pelestarian Kuliner Nusantara, Arie Parikesit pada acara Pelestarian Kuliner Nusantara di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Selasa (7/3/2017). 

Meski banyak bisnis kuliner bermunculan, nyatanya tak sedikit yang harus "tutup warung" meski baru sebentar. Menurut pakar pengembangan ekonomi kreatif, Harjono Sukarno, sebenarnya ada kiat khusus untuk dapat merintis bisnis kuliner agar bisa bertahan lama. 

"Pertama yang penting itu do it. Kalau tidak mulai-mulai, ya sudah, itu cuma akan jadi hitam di atas kertas saja (perencanaan)," kata Harjono.

Selanjutnya, passion menjadi sesuatu yang penting untuk meneruskan usaha kuliner yang dirintis. Passion, menurut Harjono, juga berarti komitmen dalam berbisnis. 

"Pikirkan kalau money follow the business. Ini masalah komitmen. Kalau bisnis sudah berjalan dan bagus, uang akan datang dengan sendirinya," kata Harjono. 

Serupa dengan Harjono, Dimas yang merupakan salah satu pendiri Sate Klatak Mas Tanto menekankan pentingnya keberanian memulai usaha kuliner. Dalam satu bulan, Dimas meraup laba hingga Rp 35 juta.

"Kebanyakan orang takut memulai karena takut tidak balik untung, takut rugi, takut meminjam uang, akhirnya jadi tak mulai. Ketakutan harus dihilangkan dengan perhitungan yang matang," kata Dimas.

Terakhir, Arie Parikesit memberi saran untuk membuka bisnis makanan dengan rasa yang otentik. "Campur-campur (makanan fusion), kreatif boleh saja, tetapi rasa harus tetap otentik," tuturnya.

Regenerasi kuliner Nusantara akhirnya mendapat tempat di Kecap Bango dengan pencarian 40 start up kuliner nusantara. Lewat penilaian oleh dewan juri, akhirnya disaring 20 start up bisnis kuliner dan akan diadu lewat voting masyarakat. Sepuluh start up kuliner yang terpilih, makanannya dapat disajikan di Festival Jajanan Bango.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help