Puncak Batu Bini di Hulu Sungai Selatan Bersolek Jadi Background Selfie

Karang Taruna setempat membuat ornamen di beberapa titik di Puncak Batu Bini supaya pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan nyaman.

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Aprianto

TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN - Objek wisata Puncak Batu Bini di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan, ramai pengunjung.

Apalagi, spot wisata di sana sudah mengalami perubahan ke arah lebih baik. Karang Taruna setempat membuat ornamen di beberapa titik supaya pengunjung bisa menikmati pemandangan dengan nyaman.

Misalnya, papan jalan, spot amor, kursi lamunan, dan sayap malaikat. Spot itulah yang jadi daya tarik pengunjung. Mereka bisa berfoto dengan latar belakang tersebut.

Pengunjung paling sering selfie di kursi lamunan. Mereka bahkan harus antre supaya dapat kesempatan itu.

Akses menuju Puncak Batu Bini cukup mudah. Dari ibu kota Hulu Sungai Selatan, Kandangan, jaraknya bisa ditempuh 15 menit dengan berkendara.

Objek wisata ini juga berada di pinggir jalan utama arah menuju Loksado. Hanya perlu berjalan sekitar 15 menit sudah bisa menikmati pemandangan yang cukup menakjubkan.

Pengunjung memang harus melakukan pendakian. Namun, jalurnya sebagian sudah dibuat tangga semen. Sebagian lagi masih alami berupa tanah dan batu cadas, kurang lebih 200 meter.

Sementara, ada biaya yang dibebankan pengunjung, yakni parkir dan biaya masuk. Totalnya Rp 6.000.

Di tengah perjalanan menuju Puncak Batu Bini, pengunjung bisa mampir di objek wisata Goa Singa. Setidaknya, pengunjung bisa istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.

"Suasana sejuk dan pemandangan indah. Memang cukup melelahkan menuju puncaknya. Namun setelah sampai terbayar lelahnya," kata Ratna Puspa, seorang pengunjung.

Camat Padang Batung Akhmad Suriani mengatakan, pihaknya terus mendukung pengembangan objek wisata di wilayah Padang Batung.

"Dengan adanya kegiatan positif para pemuda di sini, tentunya akan menghidari dari kegiatan negatif," katanya.

Pihaknya terus memantau dan berpesan kepada pengelola objek wisata agar tidak menaikkan harga seenaknya. Hal ini untuk mempertahankan agar objek wisata tetap dikunjungi.(*)

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help