Anda Bebas Memesan Motif Jika Belanja Kain Songket di Griya Kain Tuan Kentang

Anda juga bisa melihat pembuatan motif atau pelimaran kain yang setelah itu dibongkar dan dimasukkan dalam paletan.

Anda Bebas Memesan Motif Jika Belanja Kain Songket di Griya Kain Tuan Kentang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan mengangin-anginkan kain songket yang sudah jadi di Griya Kain Tuan Kentang, di Kota Palembang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jika berkunjung di Griya Kain Tuan Kentang, di Kota Palembang, untuk membeli oleh-oleh kain songket, Anda juga berkesempatan melihat dari dekat proses pembuatan kain songket, tanjung, maupun jumputan.

“Uniknya di Griya Kain adalah pengunjung bisa dating langsung ke pengrajinnya. Jadi mau mencari jenis kain yang diharapkan pasti ada dibuat oleh pengrajin,” Habibi, Ketua KUB Griya Kain Tuan Kentang, Minggu (4/6/2017).

Habibi juga mengajak tim Tour de Sumatera Mudik 2017 berkunjung ke sejumlah rumah pengrajin. Kami berjalan kaki dari satu rumah ke rumah lain yang jaraknya berdekatan.

Ada pengrajin yang memang membuat proses pembuatan kain di teras atau ruang tamunya masing-masing.

Banyak pula pengrajin yang mempunyai ruangan dan memperkerjakan sejumlah pekerja untuk membuat kain.

Di sini bisa disaksikan bagaimana proses pembuatan lusi (dari gulungan), kemudian dari benang dipintal atau dikelos setelah itu diketel (dipintal dalam jumlah besar), baru dicukit (proses memasukkan benang ke sisir).

Anda juga bisa melihat pembuatan motif atau pelimaran  kain yang setelah itu dibongkar dan dimasukkan dalam paletan.

“Untuk membuat kain tenun sepanjang tiga meter itu membutuhkan waktu 1,5 bulan. Kalau ke sini, pembeli pasti akan tahu betapa panjangnya membuat kain soket, tanjung, maupun jumputan,” tambah Habibi.

Iwan, seorang pengrajin, menceritakan calon pembeli banyak yang memesan jenis kain tertentu dengan modifikasi motif sesuai yang diinginkan.

“Akhir-akhir ini yang sedang ramai yaitu pembeli ingin menambahkan benang emas pada kain yang dipesannya. Kami bisa membuat motif sesuai permintaan konsumen,” kata Iwan. (Tribunnews/ape)

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help