Gua Singa dan Legenda Persis Malin Kundang

Asal mula Gua Singa terkait kisah Batu Bini dan Batu Laki. Persis cerita Malin Kundang.

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Aprianto

TRIBUNNEWS.COM, KANDANGAN - Gua Singa di bawah Bukit Batu Bini, Desa Batu Bini, Padang Batung, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, jadi daya tarik wisatawan.

Akses yang mudah dan berada di pinggir jalan utama menuju objek wisata Loksado menjadi tempat ini mudah untuk dikunjungi.

Namun, cukup disayangkan. Banyak tangan-tangan para pengunjung yang jail dengan mencoret coret dinding gua dengan berbagai tulisan.

Sejarah adanya Goua Singa sendiri cukup sulit untuk dicari referensinya. Dalam gua ini terdapat beberapa patung yang berbentuk singa, kera, dan manusia.

Di sejumlah dinding goa juga terdapat ukiran dari batu tentang berbagai jenis hewan. Bahkan, sebelumnya juga ada tempat tidur dari batu.

Tidak banyak yang mengatahui persis kisah asal mula adanya Gua Singa. Namun, berdasarkan cerita turun temurun, Gua Singa terkait kisah Batu Bini dan Batu Laki. Persis cerita Malin Kundang.

Legenda ini cukup terkenal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Legenda ini menceritakan tentang Diang Ingsun dan Angui anaknya.

Ceritanya sama seperti Malin Kundang menceritakan anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Masyarakat di sana percaya Gunung Batu Bini dan Batu Laki merupakan kapal angui dan istrinya yang berubah menjadi batu. Mereka dikutuk Diang Insun, hingga terbagi jadi dua yaitu batu bini dan batu laki.

Kedua batu ini terpisah oleh sungai yang mengalir yang saat ini dikenal dengan sungai amandit. Sementara Gua Batu Bini yang juga dikenal Gua Singa, terdapat kera dan singa yang berubah jadi batu.

Camat Padang Batung Akhmad Suriani mengatakan pihaknya berencana akan memoles objek wisata Gua Singa itu.

"Untuk akses jalan sudah dibuatkan tangga dari semen. Selanjutnya kita akan benahi bagian dalamnya. Khususnya dinding-dinding yang dicoreti oleh keisengan pengunjung," katanya.

Bahkan, pihaknya berencana untuk memasang lampu pada bagian dalam goa yang gelap sehingga ada pencahayaan.(*)

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help