Home »

Travel

»

News

Hasil Studi Terbaru, Berlibur Mencegah Kematian Bagi Penderita Jantung

Banyak orang tidak menggunakan jatah liburannya meskipun mereka memiliki hak untuk itu.

Hasil Studi Terbaru, Berlibur Mencegah Kematian Bagi Penderita Jantung
Daily Mail
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Banyak orang tidak menggunakan jatah liburannya meskipun mereka memiliki hak untuk itu.

Beberapa pekerja juga kadang merasa bersalah jika mengambil cuti liburan.

Berdasarkan penelitian dari Time Off Project, warga Amerika rata-rata mengambil jatah 20 hari liburan setiap tahunnya. Namun, jumlah tersebut menurun pada 2015 menjadi hanya 16 hari.

Menurut Cynthia Thaik, MD, dokter jantung dan praktisi kesehatan di Los Angeles, AS, mengabaikan liburan bisa mempengaruhi kesehatan kita. Baik fisik maupun mental.

Sebuah studi dari State University of New York menemukan fakta bahwa laki-laki berusia 35-57 tahun yang mengidap penyakit jantung dan tidak pernah mengambil cuti liburan setiap tahunnya, 30% berisiko meninggal lebih cepat.

Cynthia mengatakan, hasilnya juga sama pada perempuan.

Selain itu, kurang liburan meningkatkan stres, tekanan darah, dan jumlah hormon kortisol yang bisa menyebabkan inflamasi dan penurunan kekebalan tubuh.

“Susah fokus dan depresi juga berkaitan dengan kurang liburan,” tambahnya.

Jadi, sebenarnya liburan membantu kita untuk lebih produktif. Sebab, kita jadi jarang sakit dan tidak rentan terhadap burnout.

Tidak ada aturan seberapa lama kita harus liburan. Namun, Cynthia mengatakan, kita akan merasakan manfaatnya jika mengambil waktu liburan seminggu dalam setahun. Ikuti insting kapan kita merasa membutuhkannya.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help