Tips Naik Kereta Jarak Jauh pada Malam Hari Agar Terhindar dari Pencurian

Perjalanan jauh, termasuk naik kereta api, ternyata tak lepas dari tindakan kriminal.

Tips Naik Kereta Jarak Jauh pada Malam Hari Agar Terhindar dari Pencurian
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pramusaji berjalan di kereta wisata gerbong khusus yang bernama Bali saat akan berangkat di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (9/6/2016). Kereta wisata dengan gerbong khusus dan fasilitas mewah tersebut dijalankan oleh PT KA Pariwisata dan melayani rute di pulau Jawa dan dengan tarif yang lebih mahal dari tarif kereta biasa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan jauh, termasuk naik kereta api, ternyata tak lepas dari tindakan kriminal. Buktinya baru-baru ini video pencurian tas di dalam kereta api menjadi viral.

"Para wisatawan yang bepergian menggunakan kereta api diharapkan ikut menjaga dan waspada, meskipun pengamanan dan pengawasan sudah diberlakukan secara sistematis," ujar Kepala Bagian Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin kepada KompasTravel, Jumat (27/10/2017).

Terlebih saat naik kereta api jarak jauh dengan waktu perjalanan malam hari. Agus mengatakan, mayoritas tindak pencurian datang tidak hanya karena ada kesempatan tapi juga kerap direncanakan.

Berikut tips aman dan antisipasi kejahatan saat melakukan perjalanan jauh di kereta api.

1. Memerhitungkan barang bawaan

Barang bawaan baiknya diperhitungkan, jangan terlalu banyak sehingga sulit untuk dipantau ketika berada di gerbong kereta.

2. Minimalisir barang berharga

Barang berharga selalu menjadi incaran pencurian. Mayoritas barang yang dicuri ialah seperti telepon genggam yang berlebih, laptop, uang tunai, dan sebagainya.

"Banyaknya barang berharga yang dibawa juga kerap menimbulkan kesepatan orang berbuat jahat, walaupun tidak direncanakan," ujar Exvan sleaku Humas KAI Daerah Operasional 5 Purwokerto, saat dihubungi KompasTravel terkait kejadian pencurian yang pernah terjadi di daerah tugasnya.

3. Kenali penumpang sekitar Anda dan tetap waspada

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help