Bisnis Kuliner, Audi Marissa Coba Menu Jepang dengan Sambal Indonesia

Pilihan pun jatuh pada sambal matah dan sambal spesial ala Aushitori. Masing-masing punya tingkat kepedasan, level 1–3.

Bisnis Kuliner, Audi Marissa Coba Menu Jepang dengan Sambal Indonesia
Regina Kunthi Rosary/Tribunnews.com
Audi Marissa ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016). 

Laporan Reporter Kontan, Merlinda Riska

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anda ingin mencicipi masakan blasteran Jepang dan Indonesia? Silakan datang ke kedai milik Audi Marissa.

Awal Mei lalu, pesinetron dan presenter ini membuka usaha kuliner dengan mengusung nama Aushitori. Kedai yang berlokasi di daerah Grand Galaxy, Bekasi, ini merupakan usaha patungan Audi dan seorang temannya.

Biar Aushitori memiliki ciri khas serta banyak orang yang suka, perempuan kelahiran Jakarta ini menambahkan sentuhan Indonesia yakni sambal. “Karena lidah orang Indonesia dan saya sendiri sangat menyukai sambal apalagi sambal Indonesia,” ujarnya.

Audi turun tangan langsung dalam urusan persambalan. Dara yang tanggal 24 Mei lalu genap berusia 23 tahun ini mencoba banyak sambal asli Indonesia untuk bisa jadi pendamping masakan kedainya.

Pilihan pun jatuh pada sambal matah dan sambal spesial ala Aushitori. Masing-masing punya tingkat kepedasan, level 1–3. 

Baca: Menyusui Anak Kedua, Puasa Alyssa Soebandono Ramadhan Ini Bolong

Aushitori hanya menawarkan sate ayam dan mi khas Jepang: yakitori dan ramen kering tanpa kuah. Untuk yakitori, menurut Audi, bahannya menggunakan daging, kulit, dan jeroan ayam. Sedang ramen kering ada dua pilihan, dengan daging sapi atau daging ayam.

Kenapa pilih kuliner Jepang? Audi bercerita, Shinta, mitra bisnisnya yang merupakan sahabat sejak sekolah dasar (SD), pernah mencoba yakitori yang rasanya sangat enak.

Baca: Tembok China Kini Berdiri di Rumah Harta Gono-gini yang Jadi Sengketa Nia dan Farhat Abbas

“Dari situ tebersit ide untuk buka restoran Jepang dan saya tertarik untuk bergabung. Jadi, ini usaha kami berdua dan modal dari kami berdua,” kata dia tanpa mau menyebut angka modal awal bisnisnya. Mereka pun sepakat memberi nama kedai Aushitori, kependekan dari Audi, Shinta, yakitori.

Audi tentu saja berharap, masyarakat menyukai yakitori dan ramen kering buatan kedainya. Tambah lagi, harga jualnya cukup terjangkau, mulai Rp 4.000 hingga Rp 30.000 per porsi. Sehingga ke depan, ia bisa menambah cabang di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

 
 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved