Liputan CNN International Menyebut Es Cendol Minuman Khas Singapura

Di sore hari yang panas di Singapura, penduduk setempat mendinginkan diri dengan makanan manis, dingin dan lembut ini

Liputan CNN International Menyebut Es Cendol Minuman Khas Singapura
TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN
Es cendol. 

Laporan Reporter Kompas.com, Silvita Agmasari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak yang tidak tahu bahwa es cendol ternyata dikategorikan sebagai minuman asal Singapura.

Hal itu diketahui berdasarkan kategori dari CNN International yang merilis daftar makanan penutup atau manis terbaik di dunia.

Padahal, minuman ini bisa dengan mudah ditemukan dijual oleh pedagang pinggir jalan dengan harga Rp 5.000 per gelas.

Dari 50 makanan penutup tersebut, ada cendol yang mewakili Singapura. Minuman es yang dibuat dari campuran santan, gula merah, dan cendol yang terbuat dari tepung tapioka, tepung beras, dan air perasan daun pandan ini ternyata banyak disukai orang.

Di sore hari yang panas di Singapura, penduduk setempat mendinginkan diri dengan makanan manis, dingin dan lembut ini (cendol).

Baca: Ryan ToysReview Raup Rp 311 Miliar dari Review Mainan di Youtube

Menjadi favorit di restoran tepi pantai atau gerobak di trotoar. Es santan, diberi sirop gula aren, yang memberi sensasi rasa berasap, rasa karamel.

Cairan hijau yang kaya ini terbuat dari jeli tepung beras hijau. Warna hijau terang itu dari jus pandan yang diesktrak dari daun pinus sekrup tropis.

Baca: Disebut-sebut Akan Batalkan Pembelian 188 Unit Pesawat dari Boeing, Begini Tanggapan Lion Air

"Versi pencuci mulut yang dingin ini dapat ditemui di berbagai tempat di Asia Tenggara, tetapi dengan tambahan satu sendok kacang merah yang dimaniskan, Singapura memberi camilan klasik ini terus menggoda," tulis CNN.

Baca: Energi Sophia Latjuba Terkuras Gara-gara Main di Film Horor Ini

Uniknya daftar tersebut tidak menuliskan peringkat makanan, melainkan diurutkan berdasarkan abjad. Rata-rata juga merupakan resep klasik atau makanan manis yang ikonik dan sudah terkenal sejak dulu di negara tersebut.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved