Tiga Jam Mendaki Sambil Lihat Pemandangan Menakjubkan Menuju Desa Wae Rebo

Berkunjung ke Dewa Wae Rebo, Anda akan melihat rumah-rumah tradisional khas Manggarai serta memiliki pengalaman berbaur dengan warga lokal.

Tiga Jam Mendaki Sambil Lihat Pemandangan Menakjubkan Menuju Desa Wae Rebo
Pos Kupang/ Egy Moa
Traveler sedang berakrab ria di Kampung kuno Wae Rebo di Manggarai, NTT. 

TRIBUNNEWS.COM - Wae Rebo ada di Manggarai, Nusa Tenggara TimurJika berkunjung ke sini, Anda akan melihat rumah-rumah tradisional khas Manggarai serta memiliki pengalaman berbaur dengan warga lokal.

Di desa Wae Rebo, berdiri mbaru niang—bangunan tradisional dengan atap kerucut dan arsitektur yang unik. Terdapat tujuh rumah adat mbaru niang di sana.

Atap kerucutnya memiliki diameter sekitar 12-15 meter dengan tinggi 8-10 meter yang menjuntai dan hampir menutupi seluruh rumah.

Baca: Sumpek di Kota? Menyepilah ke Kampung Naga

Mbaru niang sendiri terbuat dari beberapa jenis rumput, dan dilapisi ijuk atau serat pohon palem. Bahan-bahan ini dipilih agar rumah mereka kuat menahan serangan angin dan air hujan.

Hingga kini, mbaru niang masih digunakan untuk berkumpul, melakukan ritual, dan berdoa bersama setiap Minggu pagi.

Desa di atas awan

Untuk mencapai Wae Rebo, Anda perlu mendaki selama tiga jam.

Namun, jangan khawatir, Anda tidak akan merasa lelah karena pemandangan sekitarnya sangat menakjubkan: hutan hujan hijau yang mengelilinginya merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang indah.

Beragam tanaman seperti anggrek, pohon palem, dan pakis, akan Anda temui sepanjang perjalanan. Tak ketinggalan, suara kicau burung yang merdu pun menuntun langkah Anda menuju Wae Rebo.

Berdiri di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap disebut sebagai 'desa di atas awan'.

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved