• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunners

Blog Tribunners

Apa dan Siapa "Raja Kebun" DL Sitorus

Rabu, 5 Mei 2010 08:21 WIB
NAMA DL Sitorus kini menjadi buah bibir di masyarakat, karena diduga terlibat kasus penyuapan hakim Ibrahim --hakim PT Tata Usaha Negara (TUN)-- yang menangani kasus sengketa tanah seluas 9,9 hektare di Cengkareng, Jakarta Barat, antara PT Sabar Ganda melawan Pemprov DKI.

Namun, tak banyak yang tahu siapa sebenarnya sosok Darianus Lungguk Sitorus dan bagaimana sepak terjang pria kelahiran daerah Parsambilan, Kecamatan Silaen, Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, ini.

Bagi masyarakat suku Batak, sosok DL Sitorus dikenal sebagai sebagai pengusaha berpredikat "paling" sukses asal Sumatera Utara. Bisa jadi, selain karena harta kekayaannya yang bernilai puluhan, bahkan dikabarkan ratusan, triliunan rupiah, jiwa sosial DL Sitorus juga lebih mentereng dibandingkan perantau sukses lainnya asal Sumatera Utara.

Di setiap kedatangannya di Kabupaten Toba Samosir, Sumut, penduduk setempat selalu menyambut DL Sitorus bak "Tuan Takur". Hal yang wajar bila melihat sepak terjang DL Sitorus di kampung halamannya. Ratusan juta sewaktu-waktu digelontorkan untuk pembangunan di kabupaten hasil pemekaran tersebut. Tidak saja bantuan untuk pembangunan secara fisik atau infrastruktur, DL Sitorus juga dikenal sosok yang royal di dunia pendidikan. Tak segan-segan ia dan anak-anaknya memberikan sumbangan uang hingga ratusan juta kepada guru-guru honorer maupun pembangunan gedung-gedung sekolah. Ayah dari lima orang anak ini juga sering menyumbang ratusan juta untuk aksi-aksi sosial di Sumut, khususnya di Tobasa.

Bahkan, sebagai putra daerah yang paling sukses di perantauan (luar Sumut) dan selalu memberikan perhatian untuk membangun kampung halaman (Bona Pasogit), nama DL Sitorus diabadikan menjadi nama suatu jalan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Bupati Toba Samosir, Sumatera Utara, Drs Monang Sitorus SH MBA meresmikan ruas jalan sepanjang 12 klm menjadi nama Jalan DR Sutan Raja DL Sitorus. Lokasi jalan tersebut, mulai dari simpang Sibisa di Aek Natolu, Kecamatan Lumban Julu, sampai simpang Kantor Kelurahan Parsaoran Ajibata, melintasi Sibisa, Bandara Sibisa, Simarata dan Motung Kecamatan Ajibata.

Kasus Register 40
Di dunia bisnis, DL Sitorus dikenal sebagai pengusaha minyak kelapa sawit. Konglomerat ini memiliki puluhan ribu hektare perkebunan sawit. Perkebunan sawit inilah yang membawa DL Sitorus ke hotel prodeo.

Kasus ini bermula saat perusahaa milik DL Sitorus, PT Torganda mengonversi 47.000 hektare hutan di Register 40 Padang Lawas, Kecamatan Simangambat, Sumut, menjadi perkebunan sawit. Perkebunan yang mempekerjakan lebih dari 15.000 karyawan itu ternyata berdiri di atas areal hutan lindung.

Konversi hutan menjadi perkebunan sawit itu lah yang menjebloskan DL Sitorus ke balik jeruji besi. Ia ditangkap pada 30 Agustus di Pematang Siantar dan dibawa ke Medan serta langsung diterbangkan ke Jakarta. Kejaksaan Agung yang berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan (MS Kaban) menuduh DL Sitorus melakukan tindak pidana pembalakan liar, pengolahan dan penguasaan hutan lindung. Setelah menjalani proses hukum, Mahmakah Agung akhirnya menjatuhkan vonis selama 8 tahun.

Selama menjalani pidana, DL Sitorus pernah mendekam di LP Bekasi, LP Subang, dan LP Cirebon. Saat mendekam di LP Cirebon, sekitar bulan Mei 2008, DL Sitorus melakukan aksi fenomenal dengan "kabur" dan berada satu pesawat dengan Menhut MS Kaban dari Jakarta menuju Medan. Keduanya berada di kelas bisnis, DL Sitorus di kursi 1-A dan MS Kaban di kursi 1-F.

Aksi fenomenal DL Sitorus ini lah yang membuat Komisi III DPR saat itu memberikan "skak mat" kepada Menhut dan Menkumham. Bahkan, anggota Komisi III DPR saat itu, Benny K Harman (kini menjabat ketua Komisi III DPR) mengatakan, "Persoalan ini tentunya bukan main-main, siapapun tahu siapa Sitorus."

Senada dengan Benny, anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, Nadrah Izahari, juga mengakui aksi DL Sitorus memang luar biasa. “Kalau sampai seorang menteri yang politikus ulung bisa kalah dengan Sitorus, maka harus dimilik resep yang luar biasa menangani dan mengatasinya,” cetusnya dalam rapat kerja dengan Menhut dan Menkunham.

Setelah menjalani pidana penjara sekitar 4,5 tahun lebih, DL Sitorus akhirnya bisa menghirup udara segar pada 31 Mei 2009. Saat tiba di bumi Tobasa, ribuan penduduk setempat menyambut kedatangan sang "Raja Kebun".

Mendirikan PPRN
Selain memiliki perkebunan kelapa sawit, DL Sitorus juga memiliki yayasan pendidikan. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Abdi Karya (YADIKA) yang berdiri sejak tahun 1976. YADIKA secara bertahap telah menyelenggarakan semua strata pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMU, SMEA, STM, LPK dan BLK.

Tahun 1989, DL Sitorus semakin menancapkan kukunya di bisnis pendidikan dengan mendirikan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) di Jakarta.

Kesuksesan DL Sitorus dalam bisnis kelapa sawit, pendidikan, dan bank perkreditan rakyat (BPR) membawanya ke panggung politik. Pada 20 Januari 2006, DL Sitorus mendeklarasikan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dimana dia menjadi tokoh utama pendiri partai ini.

Bagi kalangan masyarakat Batak, PPRN terkadang dipelesetkan menjadi "Parsadaan Pomparan Raja Nairasaon" (keluarga besar marga suku adat Batak). Pasalnya, sang pendiri partai ini, DL Sitorus, dipercaya menjadi Ketua Presidium Parsadaan Pomparan Raja Nairasaon se-Dunia.(*)
Penulis: Juang Naibaho
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
6 KOMENTAR
14381 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • AL RAJA SIPAHUTAR-Sabtu, 4 Oktober 2014 Laporkan
    BANYAK ORG MATI SADIS DI MAHATO KARNAMU DL..BANYAK ORANG MENDERITA DI SINDOR KARNA KAU REBUT KEBUNYA..
  • Steven Kaath-Senin, 29 September 2014 Laporkan
    Mat mlm,, maaf Pak,, ada isu Bapak mau berkunjung k,Sutan Raja Hotel Palu,kmi sangat menantikn kedatangn Bapak, agar kmi bisa melihat Bapk secara langsng. Sutan Raja Hotel Palu, adalah hotel baru, yg sangt perlu ntuk di pantau management,nya, maka dri itu tim audit hrs sllu pantau sistem hotel ini agar tdk ada penyimpangn,pilih kasi kpd karyawan. Mat malm & trimakasi.Gbu,..
  • Doni sitorus-Senin, 24 September 2012 Laporkan
    Kami karyawan mu sllu cinta dan bangga ke pada mu.
  • Jh0n sitorus pane-Selasa, 10 April 2012 Laporkan
    Bujang ninam DL
  • Fetitam aan-Minggu, 22 Januari 2012 Laporkan
    banyak pekerja yg telah cacat di PT PANCA PUTRA GANDA GROUP.
    -apakah mamang tidak ada santunan dari perusahaan among....?
  • brisman siburian-Selasa, 18 Oktober 2011 Laporkan
    Tetap jaya engkau Tulang, tetap semangat
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas