• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunners

Tribunners / Citizen Journalism

Walk for Lupus di Hari Lupus Sedunia

Minggu, 9 Mei 2010 00:09 WIB
Laporan Dian Syarief, relawan dan pendiri Syamsi Dhuha Foundation, Bandung

SYAMSI
Dhuha Foundation (SDF) bekerjasama dengan Sekolah Farmasi ITB dan Dinas Kesehatan Kota Bandung, hari ini menggelar serangkaian acara bertajuk ‘Walk for Lupus’ Berjuang Bersama Memberi Makna. untuk tandai hari Lupus Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Mei.

Walk for Lupus yang dimulai pukul 6 pagi ini, Sabtu (8/5/2010), diawali dengan senam ceria dan jalan sehat, diikuti oleh para Odapus (orang dengan Lupus), dokter pemerhati Lupus (DPL), relawan dan masyarakat luas. Dengan mengambil rute di seputar kampus ITB dan kawasan Dago, Walk for Lupus bertujuan untuk menggalang kebersamaan dan kepedulian publik agar dapat menyatukan berbagai usaha yang dilakukan untuk menghadapi penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang dikenal sebagai penyakit seribu wajah ini.

Rangkaian acara diisi pula dengan konsultasi Lupus gratis, yang diberikan oleh 16 DPL dari berbagai disiplin ilmu dan dilanjutkan dengan peluncuran buku animasi “Luppy, Sahabatku yang Nakal”, talkshow hidup sehat, konser musik Care for Lupus, pameran dan bazaar.

Melalui buku cerita bergambar ini, kata Dian,  masyarakat awam dan anak-anak dapat memperoleh informasi dasar tentang lupus. “Karena, saat kami berada ‘di lapangan’ tak mudah memang menjelaskan  Lupus kepada masyarakat dan anak-anak” kata Dian. Kehadiran buku animasi  “Luppy, Sahabatku yang Nakal” merupakan hasil kerjasama para relawan, dokter dan Odapus. Karya itu, lahir melengkapi karya SDF sebelumnya yaitu: ‘Cinta Membuatku Bangkit’ Saat Lupus Berbunga Hikmah dan album musik ‘Care for Lupus’ (2009), buku dan audiobook ‘Miracle of Love’ Dengan Lupus Menuju Tuhan (2008).

“Sebagai kelompok pendukung, SDF berusaha menghasilkan suatu karya nyata  yang dapat bermanfaat bagi odapus dan masyarakat pada umumnya,” tutur Dian lagi. Tak hanya itu, sejak 2006, SDF berusaha mengupayakan jalur obat murah bagi odapus. Rangkaian acara Walk for Lupus dihadiri pula oleh Rektor ITB Prof. DR. Akhmaloka dan  Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra. Sri Indrawaty, M.Kes, Apt yang mewakili  MenKes RI. SDF sendiri sejak tahun 2006 berusaha upayakan jalur obat murah bagi odapus dan di 2010 ini telah pula mengajukan kenaikan plafon Jamkesmas bagi OKM (Odapus Kurang Mampu) kepada Kementerian Kesehatan RI.

“ …. Kami akan dukung setiap usaha yang dilakukan oleh berbagai LSM nirlaba seperti SDF yang secara konsisten mengupayakan pendampingan, edukasi dan sosialisasi Lupus bagi masyarakat. Berbagai penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dari berbagai bidang ilmu yang difasilitasi SDF  juga sangat kami hargai. Secara internasional pun para ahli terus melakukan berbagai penelitian untuk menemukan terapi Lupus yang relatif aman dan efektif ”, jelas dr. Ahyani Raksanagara dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 5 juta odapus di seluruh dunia dengan 100.000 kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 200.000 odapus dengan rasio wanita dibanding pria, 9 : 1. “Lupus merupakan pekerjaan besar yang harus ditangani oleh para tenaga medis, pemerintah dan masyarakat. Bila terdeteksi dini maka penanganannya jauh lebih mudah. Namun bila sudah berat, dapat mengancam jiwa, karena Lupus menyerang berbagai sistem dan organ vital dalam tubuh “, kata dr. Linda K. Wijaya, SpPD – KR, salah seorang DPL.

 Melanjutkan partisipasi SDF pada Kongres Lupus Internasional di Shanghai 2007 yang lalu, SDF juga akan berpartisipasi pada kongres serupa 2010 ini di Vancouver – Canada dengan presentasikan satu abstrak yang telah diterima panitia kongres : ‘How to Make Friends with Lupus’.

Acara dipandu oleh MC Cici Tegal dan Wawan Project P, serta disemarakkan oleh lagu – lagu tematik dari album Care for Lupus yang dibawakan oleh kelompok vokal dari Elfa Music Studio, wakil odapus dan pendukung album Care for lupus.
Editor: Kisdiantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
15403 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas